Menuju konten utama

Prabowo Minta Hapus Pertek Impor Menghambat Jalan Masuk Investor

Prabowo berharap pemangkasan regulasi membuat aturan investasi di dalam negeri sesuai standar negara-negara ASEAN maupun OECD.

Prabowo Minta Hapus Pertek Impor Menghambat Jalan Masuk Investor
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Presiden menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan yang telah berjalan lebih dari satu tahun serta guna mengingatkan para pejabat mengenai berbagai ancaman global yang berpotensi memengaruhi Indonesia di antaranya krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, untuk memangkas sejumlah regulasi yang dinilai menghambat investasi. Bahkan, Prabowo juga mengamanatkan penghapusan persetujuan teknis (Pertek) impor yang menghambat jalan masuk investor.

“Pertek (Persetujuan Teknis) juga harus dievaluasi. Kata Bapak Presiden, jika menghambat, tidak perlu ada. Jadi harus terus ditingkatkan,” ujar Rosan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Kata Rosan, selain untuk menggaet lebih banyak investor global masuk ke Indonesia, pemangkasan regulasi juga diharapkan dapat membuat aturan investasi di dalam negeri semakin sesuai dengan standar yang dianut negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Karena itu pula, pemerintah akan melakukan perbandingan (benchmarking) dengan negara-negara ASEAN serta standar regulasi OECD dan lainnya.

“Jadi tingkatkan terus, tadi Bapak Presiden sampaikan, iklim investasi yang ada di Indonesia. Kita lihat benchmarking-nya dengan negara-negara ASEAN, dengan peraturan-peraturan OECD dan yang lain-lainnya,” tambahnya.

Di sisi lain, Prabowo juga berpesan kepadanya untuk membuat investasi yang masuk ke dalam negeri dapat efektif menyerap tenaga kerja. Dus, penciptaan lapangan pekerjaan ke depan akan terus tumbuh dan kian berkualitas.

“Pesan dari beliau tentunya adalah investasi yang masuk ini, ya dari segi yang tadi saya sampaikan, penciptaan lapangan pekerjaannya juga harus tumbuh secara baik, benar, dan juga berkualitas. Itu arah Bapak Presiden. Karena ini menjadi sangat penting dan semuanya itu harus segera diakselerasi. Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat,” ujar Rosan.

Lebih lanjut, Rosan menyebutkan minat investasi dari para investor asing ke Indonesia sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari komitmen investasi sekitar 30 miliar dolar AS yang berhasil didapatkan Indonesia dari Jepang dan sekitar 10 miliar dolar AS dari Korea Selatan.

Tren positif ini sejalan dengan target investasi nasional yang meningkat signifikan dalam satu dekade belakangan. Pada periode 2014–2024 total realisasi investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun. Dalam lima tahun ke depan, investasi yang masuk diperkirakan akan lebih besar ketimbang target dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) yaitu sebesar Rp13.000 triliun.

“Nah, 5 tahun dari 2025-2029 target yang diberikan kepada kami kalau dari Bappenas itu Rp13.000 triliun lebih. Jadi peningkatannya memang cukup signifikan, tapi alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu,” pungkas Rosan.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto