tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, baru saja bertemu para investor Amerika Serikat (AS) untuk menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia berikut kebijakan pemerintah yang ditempuh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Setelah mendengar penjelasan dari pemerintah, kata dia, para investor langsung menunjukkan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia.
Kata mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu, karena investor yang hadir dari perusahaan keuangan, investasi yang kebanyakan masuk di instrumen pendapatan tetap (fixed income) dan ekuitas (equity). Kondisi ini dinilai akan mendukung pertumbuhan pasar modal nasional.
“Tadi sih campur, ada yang sebagian [akan berinvestasi] fixed income. Tapi sebagian juga dari equity. Ya, harusnya ini kan financial sector, ya. Bukan FDI (Penanaman modal langsung/Foreign Direct Investment). Jadi, harusnya tidak lama lagi akan masuk ke Indonesia. Dan akan mendorong pasar modal Indonesia lebih tinggi lagi,” ujarnya dalam keterangan video dari AS, dikutip Kamis (16/4/2026).
Sementara itu, dalam pertemuan yang dilangsungkan pada Selasa (14/4/2026) tersebut, Purbaya memastikan bahwa fundamental makroekonomi Indonesia cukup kuat. Kondisi ini didukung dengan strategi kebijakan fiskal yang proaktif dan antisipatif terhadap tantangan ekonomi masa depan, bukan sekadar respons terhadap kondisi saat ini.
“Mereka [investor] sebenarnya ingin menanyakan, ingin tahu komitmen kita terhadap pertumbuhan, terhadap anggaran seperti apa dan masuk akal nggak. Jadi, kita sudah jelaskan kepada mereka dengan detail dan komprehensif apa yang kita lakukan, apa dampaknya ke anggaran, apa dampaknya ke pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Mendengar penjelasan tersebut, para investor dikatakan cukup senang. Apa lagi, ke-18 investor yang hadir juga mendapatkan penjelasan bahwa pemerintah Indonesia akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, tanpa mengorbankan kehati-hatian kebijakan fiskal.
“Itu yang mereka pegang, sampai ada banyak pertanyaan lain yang mengenai fundamental ekonomi dan fundamental kebijakan kita. Sepertinya mereka masih selama ini agak bingung dengan kebijakan kita. Utamanya, mereka bingung, mengapa kita bisa tumbuh lebih cepat, tapi anggarannya tetap terkendali? Kita jelaskan dengan gamblang pada pertemuan tadi,” kata Purbaya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id







































