tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur kesehatan di seluruh Indonesia.
Tahun ini, pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan 22 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru sebagai bagian dari upaya pemerataan akses layanan kesehatan.
Kepastian tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan RSUD KH. Muhammad Thohir di Krui, Lampung, Rabu (10/6/2026).
"Saudara-saudara, kita sudah membangun 22 RSUD pada tahun 2025 dan 2026 ini kita bangun 22 lagi. Dan saya katakan bahwa kita akan membangun dan memodernisasi 350 rumah sakit dalam 3 tahun yang akan datang," ujar Prabowo dalam sambutannya sebagaimana disiarkan langsung akun YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Presiden, dari total proyek yang direncanakan, sebanyak 20 rumah sakit tahap awal telah rampung dan mulai beroperasi melayani masyarakat.
Pembangunan ini tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga mencakup modernisasi fasilitas serta peningkatan kualitas layanan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke kota besar untuk mendapatkan pengobatan.
Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga tengah menjalankan program modernisasi melalui pengadaan peralatan medis berteknologi tinggi.
Prabowo menyebutkan, hampir 1.000 unit alat kesehatan modern telah didistribusikan ke RS daerah di 514 kabupaten/kota.
"Saya sudah merencanakan bersama Menteri Kesehatan dan pemerintah, dalam tiga tahun yang akan datang kita akan membangun, bila membangun baru, kalau bisa memperbaiki dan renovasi 350 sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia. Kita juga akan memperbaiki dan memodernisasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia. Ini sudah kita rencanakan,” tegasnya.
Di samping akselerasi pembangunan, Presiden menekankan pentingnya tata kelola rumah sakit yang profesional.
Ia berpesan agar setiap fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga kebersihannya serta dikelola secara transparan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
"Saya berpesan agar RS ini dikelola dengan baik, dijaga kebersihannya, dilaksanakan manajemen yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan kepada rakyat. Masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran RS ini,” ujarnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































