tirto.id - Sembari bergurau, Presiden Prabowo Subianto bercerita, ia pernah mendapat pesan dari salah seorang pimpinan politik Amerika Serikat (AS) untuk tidak pernah berhenti berkampanye. Padahal, kala itu ia baru saja terpilih sebagai Presiden RI.
“Karena seorang pemimpin politik Amerika pernah mengajari saya, dia berkata, ‘Prabowo, jangan pernah berhenti berkampanye’. Jadi, meskipun baru saja terpilih—dan dia mengatakan ini beberapa minggu setelah saya terpilih—dia berpesan, ‘Jangan pernah berhenti berkampanye’,” tuturnya dalam Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
Meski begitu, dengan gamblang Prabowo mengatakan, selain memaparkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini, pihaknya ingin menggunakan momentum Business Summit itu untuk sekaligus berkampanye. Barangkali, katanya, melalui kampanye di hadapan para pengusaha AS, ia bisa mendapatkan 3-4 tambahan dukungan.
“Jadi inilah saya. Siapa tahu saya akan mendapatkan tiga atau empat tambahan pendukung dari pertemuan ini,” ujar dia.
Sebelumnya, dalam taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026) lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan suatu pesan tegas kepada lawan politiknya. Ia mengajak pihak-pihak yang tidak suka kepada dirinya untuk “bertarung” pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.
Prabowo menyebut, selama ini pihak-pihak yang tidak suka padanya kerap mengajak masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi. Namun, demonstrasi itu diklaim olehnya bukan bertujuan untuk menyampaikan aspirasi, melainkan menimbulkan kerusuhan.
“Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan 2029 bertarung. Sedikit-sedikit mau demo. Demo boleh, tapi dia tidak berharap demo. Dia berharap kerusuhan,” kata Prabowo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id
































