Menuju konten utama

Prabowo Dorong Deregulasi Izin Agar Iklim Investasi Berkembang

Deregulasi perizinan dilakukan pemerintah untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih kompetitif di tengah dinamika global.

Prabowo Dorong Deregulasi Izin Agar Iklim Investasi Berkembang
Petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar melayani warga di Mal Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Bali, Selasa (17/6/2025). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya deregulasi perizinan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing investasi di Indonesia. Upaya ini dilakukan pemerintah untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih kompetitif di tengah dinamika global.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa instruksi Presiden tersebut disampaikan untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para pelaku ekonomi.

"Berkenaan dengan masalah deregulasi, yang berkali-kali Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita supaya iklim investasi dapat berkembang, supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Selain deregulasi, pemerintah terus menggenjot hilirisasi dan industrialisasi untuk memperkuat performa ekspor-impor untuk mendukung stabilitas nilai tukar mata uang.

"Pada akhirnya kita berharap produk yang kita hasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi tadi dapat memberikan nilai tambah yang itu membawa penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara kita," tambah Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, pemerintah terus menjaga kepercayaan pasar, salah satunya melalui keberhasilan penerbitan global bond perdana Danantara senilai USD 1,5 miliar.

Surat utang ini terdiri dari tenor 5 tahun sebesar USD 750 juta dan tenor 10 tahun sebesar USD 750 juta.

Penerbitan ini mencatatkan rekor order book yang mencapai USD 4,6 miliar dari berbagai investor global yang tersebar di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap visi strategis Danantara dan pemerintah dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Selain itu, Prasetyo mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menjaga stabilitas ekonomi nasional agar pemulihan ekonomi berjalan optimal.

"Kami selaku pemerintah, mari kita semua kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh pelaku pasar, kepada seluruh pelaku ekonomi, mari bergandengan tangan kita bekerja sama, kita bekerja keras untuk mengembalikan atau memulihkan dan memperkuat ekonomi kita," terang Prasetyo.

Baca juga artikel terkait IKLIM INVESTASI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah