Menuju konten utama

Prabowo Didesak Tangguhkan Keanggotaan RI di BOP, Ini Alasannya

Desakan Indonesia menangguhkan keanggotan di BoP sebagai respons serangan AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

Prabowo Didesak Tangguhkan Keanggotaan RI di BOP, Ini Alasannya
Presiden Prabowo Subianto (keempat kiri) berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (ketiga kanan) saat KTT Dewan Perdamaian (BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Pada KTT BoP itu Indonesia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi pada International Stabilization Force (ISF) serta mendukung rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang Gaza. ANTARA FOTO/HO-Setpres/hma/wpa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menangguhkan keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Dunia (Board of Peace/BoP). Permintaan ini disampaikannya usai Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran secara brutal hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Kemungkinan untuk Indonesia menangguhkan keanggotaan inipun dinilai lebih terbuka lebar, karena Prabowo Subianto sudah membuat senang Presiden AS Donald Trump. Antara lain dengan penandatanganan kesepakatan tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Tariff/ART) dan bergabungnya Indonesia ke BoP.

"Karena perubahan dan perkembangan baru ini, saya rasa dua hal yang membuat Donald Trump senang sekali sama Indonesia itu, kan bisa kita kurangin separoh. Misalnya, yang BoP itu, ya, kita menyatakan menangguhkan kewajiban keanggotaan kita sampai dua hal," kata dia kepada awak media, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Jimly menyarankan, penangguhan keanggotaan bisa dilakukan hingga tercapai dua hal. Pertama, sampai perang Iran versus Amerika dan Israel reda dan kedua, sampai ada kepastian jadwal pengakuan Israel kepada kemerdekaan Palestina.

"Nah, kalau sudah ada kepastian, baru kita aktif lagi. Saran saya begitu," lanjutnya.

Namun, terlepas dari itu Jimly menyampaikan apresiasinya kepada Prabowo karena telah menyampaikan rasa berbelasungkawa atas gugurnya Khamenei. Sebab, sebaik apapun hubungan Indonesia dengan AS, namun kematian Khamenei dan serangan AS serta Israel terhadap Teheran merupakan masalah kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Maka, tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran. Jadi, saya rasa kita sebagai negeri muslim terbesar, ya kan, yang menganut Pancasila, ketuhanan yang maha Esa, kemanusiaan adil dan beradab, ini nggak bisa terima dengan pembunuhan biadab," tegas Jimly.

Baca juga artikel terkait BOARD OF PEACE atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah