Menuju konten utama

Dosen UIII: Indonesia Kena "Jebakan Batman" Masuk Board of Peace

Zezen menganggap Board of Peace problematik. Organisasi ini cenderung timpang dan condong ke Israel.

Dosen UIII: Indonesia Kena
Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Foto: Tangkapan layar YouTube White House)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dosen Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Zezen Zaenal Mutaqin, menyebut Indonesia terjerat masuk jebakan terkait negosiasi tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS). Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP) juga disebut terkait dengan negosiasi itu.

Pernyataan itu dilontarkan Zezen dalam Diskusi Publik BDS 2026 bertajuk “Board of Peace dan Keikutsertaan Indonesia: Antara Norma, Kekuasaan, dan Alternatif Tata Kelola Perdamaian”, Sabtu (21/2/2026).

“Indonesia kena jebakan batman masuk BoP,” lontar Zezen dalam diskusi yang digelar daring.

Zezen menjelaskan, Donald Trump memiliki hak veto sebagai ketua dengan kekuasaan tanpa batas waktu. Bahkan dapat mengusir anggota yang sudah membayar 1 miliar dolar AS. Namun, Trump hadir sebagai pribadi, bukan sebagai Presiden AS.

“Lembaga ini memberikan hak absolut ke Trump,” tukasnya.

Trump dan AS, sebut Zezen, pun berafiliasi terhadap Israel. Terbukti dengan beberapa kali perundingan di PBB, AS selalu mengeluarkan veto untuk mendukung Israel.

Zezen juga menyebut BoP problematik. Organisasi ini cenderung timpang dan condong ke Israel. Misalnya terkait pelucutan senjata Hamas yang tidak diimbangi dengan tindakan serupa ke tentara Israel.

Selain itu terkait keanggotaan, Israel bisa jadi peserta BoP, sementara Palestina tidak. “AS tidak menganggap Palestina sebagai negara,” sebut Zezen

Zezen kemudian menyebut, Indonesia masuk kepesertaan BoP yang awalnya digunakan sebagai jalur negosiasi dagang dengan Trump.

“BoP yang awalnya dijadikan alat bisa negosiasi [dagang], justru jadi jebakan batman,” lontarnya.

Namun belakangan, Mahkamah Agung AS menyatakan tarif Trump inkonstitusional. Putusan tersebut hanya berselang beberapa jam setelah Pemerintah Indonesia menyepakati perjanjian tarif dagang yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Trump.

Zezen lantas menunjukkan hasil analisisnya, yang menyimpulkan Indonesia mengalami kerugian dalam kesepakatan tersebut.

“Seharusnya, Indonesia kena pajak 10 persen. Tapi dalam kesepakatan itu malah jadi 19 pesen,” cecarnya.

Jebakan dari BoP, jelas Zezen juga telah merusak wajah Indonesia. Kecondongan BoP terhadap Israel telah meruntuhkan citra Indonesia yang membela kemanusiaan dan menentang penjajahan.

“Indonesia kena jebakan, rusak image Indonesia sebagai chairman. Malah [sekarang] dinilai mendukung zionis,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait BOARD OF PEACE atau tulisan lainnya dari Siti Fatimah

tirto.id - Flash News
Reporter: Siti Fatimah
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Alfons Yoshio Hartanto