Menuju konten utama

Polisi Pulangkan 14 Pendemo di Surabaya, 6 Orang Positif Sabu

Polrestabes Surabaya memulangkan 14 pendemo, menetapkan 4 tersangka, dan menemukan 6 peserta aksi positif sabu usai demo di Grahadi.

Polisi Pulangkan 14 Pendemo di Surabaya, 6 Orang Positif Sabu
Aksi demonstrasi bertajuk “Warga Surabaya Turun ke Jalan” #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026). tirto.id/Yanuar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polrestabes Surabaya membebaskan 14 dari 24 orang yang ditangkap saat aksi demonstrasi bertajuk “Warga Surabaya Turun ke Jalan” #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026). Empat orang ditetapkan tersangka, sementara enam lainnya positif sabu.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyampaikan bahwa 14 peserta aksi tersebut untuk sementara dipulangkan lantaran proses pembuktian masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap perangkat komunikasi yang diamankan penyidik.

“Untuk yang 14 ini sementara kita pulangkan karena secara pembuktian masih menunggu nanti hasil dari analisa alat komunikasi yang ada,” kata Luthfie, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, empat orang berinisial MA, ARF, NB, dan DSD ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka diduga terlibat dalam tindak perusakan serta perlawanan terhadap aparat sehingga dijerat dengan pasal yang ancaman hukumannya mencapai lima tahun penjara.

“Sebanyak empat orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka perusakan terhadap barang dan juga penyerangan terhadap petugas, yang mana ancaman hukumannya itu 5 tahun sehingga mereka kita lakukan penahanan,” tegasnya.

Menurut Luthfie, keempat tersangka datang ke lokasi demonstrasi setelah terpapar ajakan yang beredar di media sosial, terutama dari akun Instagram berinisial BA. Akun tersebut diketahui mengunggah konten yang mengajak masyarakat Surabaya turun ke jalan.

“[Kata MA] Ada ajakan, ‘Ayo main bola, sekalian lihat demo.’ Nah, ini tersangka tertarik lalu kemudian datang ke lokasi,” ujarnya.

ARF, lanjut dia, mengaku mengetahui informasi aksi dari unggahan Instagram yang sama. Setelah berada di lokasi, ARF disebut ikut menggeber knalpot sepeda motor di depan Grahadi untuk memancing massa dan melempar batu ke arah petugas keamanan.

Sementara itu, NB mengaku tertarik mendatangi lokasi usai menyaksikan siaran langsung TikTok melalui telepon genggam milik temannya. Adapun DSD diketahui telah mengikuti akun Instagram berinisial BA sejak peristiwa kerusuhan pada Agustus 2025. Saat aksi berlangsung, ia melihat pamflet digital yang diunggah akun tersebut dan kemudian mengajak rekannya menuju lokasi.

“Semenjak kejadian kerusuhan Agustus 2025 yang bersangkutan mengaku aktif mengikuti akun tadi itu,” jelas Luthfie.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, para tersangka mengaku tidak hadir sebagai bagian dari organisasi maupun aliansi tertentu. Mereka menyatakan datang karena terpengaruh seruan yang beredar di media sosial.

“Kita terus mendalaminya apakah betul seperti itu atau memang sebenarnya mereka adalah kelompok-kelompok yang memang terlibat di dalam pengorganisasian aksi kemarin,” tambahnya.

Dari hasil pendalaman sementara, keempat tersangka bukan berasal dari kalangan mahasiswa. Mereka diketahui bekerja sebagai karyawan dan buruh, serta berdomisili di Surabaya dan Gresik.

Polisi Sebut Enam Orang Positif Sabu

Selain menetapkan empat tersangka, polisi juga menemukan enam orang yang positif menggunakan narkotika jenis sabu. Temuan tersebut diperoleh setelah seluruh peserta aksi yang diamankan menjalani tes urine. Kini keenam orang tersebut sedang mengikuti proses asesmen bersama BNN Kota Surabaya.

“Selanjutnya ada enam orang lagi yang saat ini kita proses dalam tindak pidana narkoba, terbukti bahwa hasil pemeriksaan urinenya mereka terbukti menggunakan sabu. Dan kita proses saat ini bekerja sama juga dengan BNN Kota Surabaya untuk melakukan asesmen,” kata dia.

Luthfie menegaskan, penyidik masih menelusuri isi telepon genggam yang disita dari sejumlah orang yang diamankan. Hasil pemeriksaan itu nantinya akan menjadi dasar untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan maupun pihak lain yang berkaitan dengan ajakan aksi tersebut.

“Sambil kita lakukan pendalaman terkait dengan handphone yang mereka bawa. Nanti hasilnya akan menjadi dasar barangkali kita akan buka jaringan, barangkali kita bisa menemukan nanti hal-hal lain yang berkorelasi dengan ajakan atau kelompok-kelompok lain yang memprovokasi dan lain-lain kita akan terus dalam itu,” tandasnya.

==========

Info Kediri adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait DEMO SURABAYA atau tulisan lainnya dari Info Kediri

tirto.id - Flash News
Kontributor: Info Kediri
Penulis: Info Kediri
Editor: Dipna Videlia Putsanra