tirto.id - Sejumlah kelompok masyarakat di Surabaya, Jawa Timur akan menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya pada hari ini, Jumat (26/6/2026) siang. Unjuk rasa ini bertajuk “#IndonesiaSekarat”. Apa saja tuntutan yang dibawa massa aksi?
Unjuk rasa bertajuk “#IndonesiaSekarat” tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo No. 2, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.
Berdasarkan seruan aksi di media sosial, unjuk rasa ini akan dimulai pukul 14.00 WIB. Massa aksi akan lebih dulu berkumpul di Monumen Kapal Selam dan kemudian melakukan long march hingga Gedung Negara Grahadi.
Aksi Kamisan Surabaya merupakan salah satu kelompok massa yang menginisiasi aksi demonstrasi. Selain mereka, terdapat pula kelompok Kader Hijau Muhammadiyah, Hiphopgrak, dan Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA-API).
“Marah bareng-bareng! Jaga bareng-bareng!” tulis seruan aksi tersebut di akun Instagram BARA-API pada Kamis (25/6).
Tuntutan Aksi Demo di Surabaya Hari Ini
Massa aksi “#IndonesiaSekarat” di Surabaya hari ini mengusung sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) masih jadi salah satu tuntutan para pengunjuk rasa.
Total ada 11 tuntutan yang dibawa massa aksi yang turun ke jalan di Surabaya pada hari ini. Tuntutan evaluasi program, penurunan harga pokok, hingga penolakan militerisme merupakan beberapa isu yang dilayangkan kepada pemerintah pusat.
Sementara itu, massa aksi “#IndonesiaSekarat” juga turut menuntut pemerintah daerah. Tuntutan itu seperti tuntutan untuk menghentikan reklamasi Surabaya Waterfront Land.
Berikut daftar seluruh tuntutan yang dibawa massa aksi:
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
- Hentikan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
- Cabut UU Polri dan UU TNI.
- Ciptakan lapangan kerja yang layak.
- Bubarkan komando teritorial dan hentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil.
- Hentikan reklamasi Surabaya Waterfront Land.
- Bebaskan seluruh tahanan politik dan pulihkan nama baik tahanan politik.
- Prioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan.
- Ciptakan dan perbanyak transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis.
- Bubarkan parlemen dan bangun kuasa rakyat.
- Akhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.
Evaluasi program MBG, penurunan harga bahan pokok, serta penolakan militerisme di ranah sipil merupakan isu-isu yang ramai diusung massa aksi sejak pertengahan Juni. Seruan-seruan ini beresonansi dengan unjuk rasa di berbagai titik di Indonesia, termasuk Jakarta dan Yogyakarta.
Gelombag unjuk rasa dalam beberapa pekan ini dipicu sejumlah peristiwa. Beberapa di antaranya adalah pengungkapan kasus korupsi Badan Gizi Nasional (BGN), kenaikan harga BBM dan kebutuhan bahan pokok, hingga pengesahan aturan untuk memperbolehkan militer ditempatkan di ranah sipil.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































