Menuju konten utama

Prabowo Tahu Pembiaya Demo MBG, KSP: Informasi Bisa Saja Benar

Dudung berharap ke depan tidak ada lagi kegiatan atau informasi yang bertujuan mendiskreditkan pemerintah dengan motif apa pun. 

Prabowo Tahu Pembiaya Demo MBG, KSP: Informasi Bisa Saja Benar
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman (kanan) didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSHS Fitra Hergyana (kedua kiri) memberikan keterangan pers usai menjenguk korban kasus penganiayaan dan penyekapan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). Kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan dan kepedulian negara kepada korban YTR dalam memastikan bantuan pelayanan kesehatan yang optimal serta penanganan kasus baik dari sisi pemulihan korban maupun proses hukum tehadap tersangka. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, angkat bicara mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait adanya pihak yang mendanai aksi demonstrasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dudung menyebut informasi tersebut bisa saja benar dan saat ini pemerintah tengah mendalami langkah hukum terkait hal tersebut.

"Mengenai informasi yang berkembang, saya menilai informasi tersebut bisa saja benar. Tinggal dipastikan langkah-langkah berikutnya melalui proses hukum. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi kegiatan atau informasi yang bertujuan mendiskreditkan pemerintah dengan motif apa pun. Mari bersama-sama membangun bangsa ini secara komprehensif," ujar Dudung di Kantor KSP, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Dudung menekankan bahwa program MBG merupakan program strategis nasional yang memiliki dampak positif luas bagi masyarakat, mulai dari peningkatan gizi anak dan ibu hamil, hingga menggerakkan roda ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM, petani, dan nelayan.

Mantan KSAD ini meminta agar pihak-pihak penolak tidak melihat program ini hanya dari sisi negatif atau kekurangan yang bersifat kecil.

"Program MBG jangan hanya dilihat dari sisi negatif atau kekurangan yang kecil. Banyak dampak positif yang luar biasa. Menurut saya, sekitar 90 persen penerima manfaat benar-benar merasakan dampaknya, termasuk UMKM, para relawan, dan berbagai pihak lainnya. Hal-hal positif seperti ini juga perlu dipahami dan dirasakan bersama," tegasnya.

Terkait adanya protes atau penolakan dari sebagian masyarakat maupun mitra penyelenggara, Dudung memastikan bahwa pemerintah tetap terbuka untuk berdialog.

Pihaknya melalui layanan "KSP Mendengar" akan terus menampung aspirasi masyarakat siap melayani berbagai pengaduan publik.

"Terkait aspirasi masyarakat, pemerintah akan selalu terbuka. Bahkan Bapak Presiden juga membuka ruang terhadap setiap saran dan masukan. KSP memiliki layanan 'KSP Mendengar' yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Jika ada pihak yang menolak Program MBG, saya pun siap berdialog dengan mereka," kata Dudung.

Purnawirawan TNI ini memastikan bahwa segala bentuk pembenahan tata kelola yang dilakukan pemerintah, termasuk evaluasi yang kini dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN), dilakukan dengan niat baik untuk memastikan setiap rupiah APBN tepat sasaran.

"Niat baik pemerintah bukan untuk mencari popularitas, melainkan demi kesejahteraan rakyat sesuai cita-cita bangsa Indonesia. Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menyukseskan Program MBG karena manfaatnya tidak hanya dirasakan anak-anak, tetapi juga ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo mengultimatum pihak-pihak yang menjadi penyandang dana di balik aksi demonstrasi. Prabowo menegaskan dirinya telah mengantongi identitas pihak-pihak yang membiayai aksi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

"Hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo. Gue tahu itu," kata Prabowo di hadapan para hadirin yang menyambut pernyataannya dengan sorak dan tepuk tangan.

Prabowo mengungkapkan berdasarkan temuannya, banyak peserta demonstrasi yang turun ke jalan tanpa memahami isu atau tujuan dari aksi yang mereka lakukan.

"Ditanya anak-anak demo, mereka tidak mengerti mau demo apa. Mereka bilang, 'Em... kami dibayar Rp200 ribu'," kata Prabowo menirukan pengakuan demonstran.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher