tirto.id - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), M. Fadhil Hasan, memastikan, pemerintah telah memangkas anggaran sejumlah program unggulan setelah anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terbebani imbas perang di Timur Tengah.
Menurut dia, beberapa program yang anggarannya dipangkas adalah program makan bergizi gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Terkait dengan berbagai program yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah yang memerlukan banyak anggaran. Misalnya, MBG, KDKMP, dan seterusnya. Alhamdulillah, saya kira pemerintah sudah mengambil langkah-langkah tersebut ya. MBG kalau tidak salah dipotong atau diefisiensikan Rp70 triliun ya. KDKMP juga akan dirasionalisasi, program-program lainnya juga demikian," urainya dalam acara Indef, Kamis (25/6/2026).
Di satu sisi, Fadhil menyatakan, pemerintah tetap akan menanggung biaya kenaikan harga minyak dunia dengan tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Ia meyakini, posisi pemerintah yang tetap menanggung beban kenaikan harga minyak dunia itu membuat pasar bergejolak. Imbasnya, kata Fadhil, terjadi capital outflow dalam beberapa waktu ini.
"Ini lah yang kemudian menurut saya juga menyebabkan adanya kekhawatiran atau concern dari pasar ya, dari investor tentang kemampuan anggaran kita untuk menanggung tambahan daripada beban subsidi tersebut dan kompensasi tersebut," tuturnya.
"Nah, kemudian ini direfleksikan dalam bentuk misalnya pelemahan nilai tukar rupiah, kemudian juga apa nama, capital outflow ya di pasar modal dan pasar keuangan kita," lanjut Fadhil.
Ia meyakini pemerintah akan terus mengevaluasi anggaran program-program yang kini telah berjalan.
"Harus ada langkah-langkah yang lebih rasional lagi untuk bisa merasionalisasikan berbagai [anggaran] program tersebut," sebut Fadhil.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





































