Menuju konten utama

Polisi Periksa Ponsel Kacab BRI MIP, Sebut Tak Terkait Kasus

Polisi menyatakan handphone milik MIP memang tertinggal berada di mobil korban dan tidak dalam keadaan hilang.

Polisi Periksa Ponsel Kacab BRI MIP, Sebut Tak Terkait Kasus
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Brigjen Pol Wira Satya Triputra memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan kepala cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025). ANTARA FOTO/Meli Pratiwi/RIVfoc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polisi mengungkap hasil pemeriksaan ponsel milik Kacab BRI, MIP, yang meninggal usai diculik oleh sindikat pembobolan bank. Ponsel itu sudah ditemukan tim penyidik setelah sempat hilang.

"Sudah (diperiksa ponselnya). Ya enggak ada apa-apa. Enggak ada kaitannya," ucap Dirkrimum Polda Metro Jaya, Brigjen Wira Satya Triputra, kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).

Dia menjelaskan, ponsel itu sendiri ditemukan di mobil milik MIP. Diketahui, mobil itu terakhir berada di halaman parkir supermarket daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Kan memang enggak hilang. Ada di mobil," unkap Wira.

Wira menyampaikan, perkembangan kasus ini telah sampai para proses pemberkasan tersangka. Penyidik pun sudah melimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) dan tengah menunggu petunjuk apabila ada kekurangan.

Sebelumnya, Kuasa hukum keluarga MIP, Boyamin Saiman, mendorong agar penyidik Polda Metro Jaya mengungkap dugaan keterlibatan pegawai bank lainnya untuk memastikan peristiwa ini memang benar-benar terencana secara sistematis.

Hal ini sebagaimana perbuatan pidana dalam kasus pembobolan rekening dormant Bank BNI yang juga dilakukan Ken dan Dwi Harsono.

Menurut Boyamin, penyidik Polda Metro Jaya juga harus membuka secara terang hasil pemeriksaan ponsel korban. Sebab, Bonyamin meyakini di sana akan terungkap dugaan sudah adanya bujuk rayu dari pelaku sebelum kejadian.

"Tdak menutup kemungkinan bahwa ada aja nanti dikembangkan oleh penyidik dengan handphone itu ketemu, berarti kan bisa aja ketemu siapa yang merayu. Bisa aja orang luar, bisa aja orang dalam," ungkap Boyamin.

Baca juga artikel terkait KINERJA KEPOLISIAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher