tirto.id - Kepolisian mengungkapkan cara penyerangan terhadap pasangan suami istri (pasutri) di sebuah rumah daerah Pondok Gede, Bekasi. Korban adalah EU (65) yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan istrinya P (60) mengalami luka.
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menerangkan korban mengalami luka di bagian kepala belakang. Bahkan, korban P harus menjalani operasi dan saat ini dalam keadaan kritis.
"Luka-luka benda tumpul semua di kepala, kepala bagian belakang. Kami masih menunggu hasil resmi dari rumah sakit ya," tutur Andi kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Menurut Andi, peristiwa ini terjadi pada dini hari sebelum waktu sahur. Anak korban yang berada di kamar lantai dua rumah curiga karena ibunya tidak membangunkan untuk membantu persiapan makan sahur.
"Kemudian, kenapa ini bisa ketahuan? Karena anak korban ini biasa dibangunkan sama ibunya untuk persiapan masak dan sebagainya untuk sahur," kata dia.
Saat sang anak turun ke lantai satu, kata Andi, ayahnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan ibunya luka-luka. Saat kejadian, kondisi rumah itu memang hanya ada kedua korban dan anaknya karena asisten rumah tangga (ART) sedang pulang.
Andi menyebut penyidik menemukan adanya sejumlah barang yang hilang, mulai dari perhiasan dan kunci kendaraan ikut digondol pelaku. Namun, sampai saat ini belum diketahui berapa jumlah pelaku.
"Barang yang hilang itu dari keterangan anak korban, gelang emas yang di tangan korban sama kunci mobil, dua kunci mobil. Selebihnya masih kami lakukan pendataan," ungkap dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































