tirto.id - Korlantas Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tertempernya taksi Green SM oleh KRL, tepatnya di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur, pada Rabu (29/4/2026).
Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, mengatakan dalam melakukan olah TKP, polisi menurunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA).
Dengan kehadiran tim TAA, polisi melakukan penyidikan berbasis teknologi empat dimensi, serta menggunakan ilustrasi berbasis kecerdasaan artifisial (AI) untuk melihat insiden tersebut secara terang benderang.
“Traffic Accident Analysis adalah sebuah metode penyidikan berbasis teknologi yang digunakan oleh Polri dalam rangka melihat secara empat dimensi terkait dengan kejadian sebelum, pada saat, dan setelah kecelakaan itu terjadi,” ujar Sandhi dalam keterangan resminya, Rabu.
“Jadi ilustrasi berbasis artificial intelligence atau AI yang kami gunakan untuk memudahkan penyidik laka lantas Polri dalam rangka membuat sebuah perkara kejahatan kecelakaan lalu lintas semakin terang benderang,” sambungnya.
Secara teknis, tim TAA menggunakan dua teknologi dalam melakukan olah TKP, yakni teknologi statis dengan kamera Lidar dan kamera 360 derajat.
“Serta teknologi drone, teknologi portabel yang mampu melihat melalui pola helicopter view. Jadi. melihat secara menyeluruh terkait dengan lingkungan sekitar TKP,” terangnya.
Sandhi mengatakan, teknologi tersebut memang sudah digunakan Polri bukan hanya untuk kejadian kecelakaan, melainkan juga untuk berbagai aksi kejahatan konvensional lainnya.
“Kami akan menggunakan teknologi alat ini untuk membantu penyidik dalam rangka menentukan arah penyidikan,” tutupnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































