tirto.id - Seorang bocah perempuan inisial P (12) menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan pria beratribut ojek online. Kasus ini kini ditangani oleh Polrestabes Palembang.
Pemerkosaan bermula saat korban dan temannya jalan kaki untuk menonton tari India tak jauh dari rumahnya di Jalan Lettu Kadir Karim, Gandus, Palembang, Minggu (3/5/2026) malam. Pelaku yang mengendarai sepeda motor dan memakai jaket ojol kemudian menghampiri dan menawarkan tumpangan.
Korban dan saksi menolak dengan cara terus jalan. Namun, pelaku malah menarik korban secara paksa dan membawanya pakai motor.
Melihat hal itu, saksi mengurungkan niatnya untuk menonton dan memilih pulang. Dia kemudian memberitahu orang tua korban atas peristiwa yang baru saja mereka alami.
Tak ingin terjadi apa-apa dengan anaknya, keluarga langsung mencari keberadaan korban bersama warga setempat. Setelah menyusuri jalanan dan lorong-lorong, keluarga akhirnya menemukan korban terkapar di sebuah tempat sepi.
Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengkhawatirkan. Keluarga makin panik mendengar pengakuan korban bahwa dia baru saja mengalami perkosaan oleh pria tak dikenal.
Keluarga bersama korban kemudian melapor ke Polrestabes Palembang malam itu juga. Melihat kondisinya tak stabil, polisi membawa siswi SD itu ke rumah sakit untuk perawatan.
"Korban diperkosa pria berjaket ojol saat jalan menonton tari India di dekat rumahnya. Pelaku menawarkan tumpangan dan selanjutnya membawa korban dengan paksa," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana, Selasa (5/5/2026).
Musa menjelaskan korban tak hanya trauma psikologis, tapi juga harus menjalani tindakan operasi akibat perkosaan tersebut. Karena itu, polisi fokus memberikan pendampingan kepada korban atas peristiwa yang dialaminya.
"Korban trauma berat, perlu pendampingan intensif untuk memulihkan kondisinya," kata Musa.
Kepolisian menduga pelaku memanfaatkan kepolosan korban dengan iming-iming memberi tumpangan. Pelaku lantas membawanya ke sebuah tempat yang aman dan terjadilah perkosaan lalu meninggalkan korban di tempat itu.
"Kami segera ungkap identitas pelaku, saksi-saksi dan alat bukti kami kumpulkan sebagai petunjuk awal," kata Musa.
"Kejadian ini jadi pelajaran untuk semua warga agar hati-hati dan menjaga anak agar tidak mengalami peristiwa serupa. Kami akan usut kasus ini hingga tuntas, jangan sampai jadi teror di tengah masyarakat," sambung Musa.
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































