Menuju konten utama

Polda NTB Dalami Hasil Autopsi terkait Kematian Brigadir Esco

Polda NTB masih menyidiki dugaan pembunuhan Brigadir Esco Fasca Rely.

Polda NTB Dalami Hasil Autopsi terkait Kematian Brigadir Esco
Ilustrasi mayat. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menyidiki dugaan pembunuhan Brigadir EscoFasca Rely. Anggota Intel Polsek Sekotong, Lombok Barat, itu ditemukan meninggal dunia di kebun belakang rumahnya dalam kondisi leher terikat tali.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid menyatakan pemeriksaan para saksi juga dilakukan secara intensif. Penyidikan ini pun dilakukan secara cepat oleh Polres Lombok Barat dan Ditreskrimum Polda NTB.

"Sedang didalami dari hasil autopsi, olah TKP, sedang didalami ya," ucap Kholid kepada wartawan, Selasa (16/9/2025).

Dia menjelaskan gelar perkara akan dilakukan apabila semua pemeriksaan sudah dilakukan dan analisis selesai didalami. Namun, dia belum bisa memastikan kapan gelar perkara itu akan dijadwalkan.

"Kalau semua sudah alat buktinya akan segera ya (dilakukan gelar perkara)," ungkap dia.

Dalam kasus kematian Brigadir Esco ini, bercak darah ditemukan di rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian penemuan jasad anggota Polsek Sekotong itu. Kendati demikian, Kholid mengaku belum bisa menjelaskan apakah bercak darah itu bisa menjadi petunjuk pelaku pembunuhan BigadirEsco.

Sejauh ini pemeriksaan saksi pun sudah dilakukan kepada 50 orang. Dari sejumlah saksi tersebut, salah satunya adalah istri Brigadir Esco yang juga merupakan anggota kepolisian atau polwan.

Sebagai informasi, jasad Brigadir Esco ditemukan pada Minggu (24/8/2025) pukul 11.30 WITA. Jasadnya ditemukan seorang warga saat tengah mencari ayam peliharaannya yang hilang.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama