tirto.id - Polda Metro Jaya mengakui peningkatan pengamanan yang dilakukan sejumlah personel lengkap bersenjata tidak hanya untuk pencegahan kejahatan jalanan. Pengamanan itu juga untuk memastikan barang bukti kasus korupsi Asabri, batu bara, dan Krakatau Steel terjaga dengan baik.
“Pasti dilakukan, karena barang bukti itu disimpan di Polda Metro Jaya termasuk pemeriksaan saksi (jadi salah satu objek pengamanan),” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Dia menerangkan, pengamanan barang bukti telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) tersendiri. Pengamanan dengan personel bersenjata lengkap pun akan dihentikan jika kasus ini sudah tuntas.
“Artinya pasti pengamanan baik secara internal, eksternal karena ini barang bukti, ini harus kita amankan secara bersama-sama, tidak boleh hilang, tidak boleh rusak,” ungkap Budi.
Diketahui, dari sejumlah lokasi yang digeledah, penyidik menemukan berbagai barang bukti berupa uang tunai, emas batangan, dokumen, hingga perangkat elektronik yang masih didalami keterkaitannya dengan perkara. Berikut hasil temuan sementara dari penggeledahan tersebut:
1. Kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan
Penggeledahan di Kafe de'Clan Signature menjadi salah satu lokasi yang menghasilkan temuan besar. Di tempat tersebut, penyidik menemukan sebuah brankas berukuran besar yang tertanam di dinding dan tersembunyi di balik lemari.
Brankas tersebut kemudian dibuka oleh tim penyidik dan ditemukan berisi sejumlah uang tunai dalam berbagai mata uang asing serta dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang disidik.
Dari dalam brankas tersebut, polisi menyita uang sebesar 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta uang tunai rupiah senilai Rp259.159.000. Jika dikonversikan ke rupiah, total nilai uang yang ditemukan mencapai sekitar Rp60 miliar.
Selain uang tunai, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen dan perangkat elektronik, termasuk telepon seluler, untuk dilakukan pendalaman mengenai dugaan aliran dana dan hubungan aset tersebut dengan perkara korupsi yang sedang ditangani.
2. Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan
Selain Kafe de'Clan, penyidik juga melakukan penggeledahan di Koin Money Changer yang berada di kawasan Cipete Selatan. Lokasi tersebut diduga menjadi salah satu tempat yang berkaitan dengan transaksi keuangan dalam perkara yang tengah diselidiki.
Dari hasil penggeledahan, polisi menyita 71 item barang bukti serta 16 jenis mata uang asing dengan nilai keseluruhan sekitar Rp7,2 miliar.
3. Rumah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Penggeledahan di sebuah rumah mewah di kawasan Sentul menjadi lokasi dengan temuan aset terbesar. Penyidik menemukan sebuah brankas terkunci yang di dalamnya terdapat tujuh koper berisi barang berharga. Setelah dilakukan pemeriksaan, koper-koper tersebut diketahui berisi emas batangan, mata uang asing, dan uang tunai rupiah.Barang bukti yang ditemukan meliputi 74 kilogram emas batangan, uang sebesar 4.767.300 dolar AS, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta.
Reporter: Ayu Mumpuni
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id
































