Menuju konten utama

PLN Butuh Rp3.000 T untuk Transisi Energi 10 Tahun ke Depan

Meski investasi yang dibutuhkan jumbo, namun Darmawan mengaku tak khawatir karena kini sudah ada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.

PLN Butuh Rp3.000 T untuk Transisi Energi 10 Tahun ke Depan
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.

tirto.id - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasojo, menyebut pihaknya membutuhkan investasi sekitar Rp3.000 triliun dalam 10 tahun ke depan untuk menjalankan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Menurutnya, investasi jumbo tersebut dibutuhkan untuk menjalankan mandate transisi energi yang menuntut penyediaan listrik dengan harga terjangkau sekaligus berkelanjutan.

“tiga bulan lalu ada RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik), di mana penambahan pembangkit selama 10 tahun, 76 persennya adalah berbasis energi baru terbarukan dan juga nuklir,” ujarnya, dalam PLN CEO Forum, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).

Meski investasi yang dibutuhkan cenderung jumbo, namun Darmawan mengaku tak khawatir karena kini sudah ada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang juga merupakan badan pengelola investasi sekaligus pengelola BUMN, termasuk PLN. Selain itu, dalam menjalankan transmisi energi, pemerintah juga telah berkomitmen untuk mendukung pembangunan ekosistem yang kondusif untuk dikolaborasikan antara berbagai Kementerian/Lembaga terkait.

“Tadi Pak Rosan juga sudah menyampaikan, pada waktu kita berkumpul di holding room, ‘oh kita perlu berkolaborasi’. Bahkan beliau berkunjung ke luar negeri lagi, mencari investasi setahun bisa berkali-kali. Agar apa? Kita tidak akan bekerja sendirian, tapi kita bekerja bersama-sama, penuh dengan kekompakan,” kata dia, mengutip pernyataan CEO Danantara, Rosan P. Roeslani.

Sementara itu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, agar dapat seimbang dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mencapai target transmisi energi yang berkelanjutan, PLN memiliki tantangan untuk menyediakan pasokan listrik dengan harga terjangkau dan berkelanjutan. Namun, di balik tugas berat ini, Darmawan yakin, aka nada investasi baru yang akan menyertai dari program transmisi energi yang bakal dijalankan Perseroan.

“Dengan adanya affordable energy ini akan ada investasi baru. Dan dari investasi baru ini akan menciptakan lapangan kerja, memerangi kemiskinan, memerangi kelaparan, menciptakan kemakmuran, dan juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Tetapi di saat yang bersamaan juga, kami mendapatkan tugas untuk menurunkan emisi gas rumah kaca,” tutup dia.

Baca juga artikel terkait PT PLN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra