tirto.id - Sebanyak 30 ribu pelanggan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata di Kota Cirebon terancam krisis air bersih usai jalur pipa yang berada di Plangon, Kabupaten Cirebon mengalami kebocoran.
Pipa transmisi DCIP berdiameter 600 mm tersebut bocor karena tidak kuat menahan beban jalan dan kendaraan di wilayah tersebut. Selain itu, pergeseran tanah di wilayah tersebut juga diduga sebagai penyebab kebocoran.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Sofyan Satari, mengatakan bahwa kebocoran tersebut mengakibatkan sekitar 30 ribu pelanggan terdampak tidak mendapatkan air bersih.
“Kami langsung tinjau ke lokasi, dan sudah ditemukan titik kebocorannya. Perbaikan diperkirakan memakan waktu satu sampai dua hari pengerjaan. Pelanggan yang terdampak sampai sendiri 50 persen,” katanya, Kamis (5/2/2026).
Pihak Perumda Air Minum Tirta Giri Nata juga sudah melakukan pengurangan debit air dengan membuka blow off sehingga bisa dilakukan penanganan perbaikan.
Selain itu, Perumda juga melakukan pengalihan air limpasan ke saluran agar tidak mengganggu pengguna jalan. Pihaknya juga sudah menonaktifkan pompa-pompa dorong yang ada di Kota Cirebon untuk mencegah overheat hingga terbakar.
“Pipa ini sudah ada sejak tahun 1978, bahkan ada pipa yang umurnya dari tahun 1960, tapi kita lakukan pemeliharaan, kebocoran seperti ini juga pernah terjadi pada tahun 2010 lalu,” paparnya.
Sofyan mengungkapkan total kebocoran air tersebut dapat mencapai lebih dari 75 ribu kubik air, dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Untuk menangani permintaan air bersih dari masyarakat sementara, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata akan menyalurkan sejumlah truk tangki air kepada masyarakat.
“Kami saat ini punya 3 truk tangki air yang berisi 3 sampai 5 ribu liter air, kita juga dapat bantuan dari PDAM sekitar, semoga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat tentang kebutuhan air bersih,” tuturnya.
Sofyan mengaku butuh waktu satu pekan agar pelayanan kembali normal dengan debit seperti semula.
“Kalau pekerjaannya satu sampai dua hari selesai. Kalau debit air kembali normal sepertinya membutuhkan waktu satu minggu,” jelasnya.
Salah satu pelanggan, Citra, mengungkapkan, untuk keperluan mandi dan juga minum saat ini memakai air isi ulang yang dibeli dengan harga yang lebih mahal.
“Untuk saat ini terpaksa pakai air galon untuk keperluan mandi, mencuci dan juga minum, ya lebih mahal tapi mau bagaimana lagi, dari semalam sudah mati airnya,” tuturnya.
=============
Cirebon Banget adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Cirebon Banget
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































