Menuju konten utama

Isu PTDI Dijual ke Asing, Dirut Sebut Prabowo Dukung Penuh

Dirut PTDI bantah rumor perusahaan dijual ke asing. PTDI justru kebanjiran order pesawat N219 dari dalam dan luar negeri.

Isu PTDI Dijual ke Asing, Dirut Sebut Prabowo Dukung Penuh
Pengunjung melihat miniatur pesawat N-219 amphibi saat Indo Defence Expo dan Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (13/6/2025). PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengembangkan pesawat N-219 menjadi versi amphibi sebagai penguat konektivitas dan perekonomian wilayah terpencil hingga kemandirian pertahanan Indonesia. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Gita Amperiawan, mengeklaim Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan terhadap pengembangan PTDI di tengah mencuatnya isu perusahaan itu akan dijual kepada pihak asing.

Menurut dia, arahan Prabowo justru mendorong PTDI untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri kedirgantaraan global, bukan melepas kepemilikan perusahaan. Alasan itu disebut menjadi landasan PTDI dalam membangun kerja sama dengan perusahaan-perusahaan kedirgantaraan dunia untuk memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

"Bapak Presiden itu sangat mendukung pengembangan PTDI. Bapak Presiden tentunya menyarankan, karena pelaku global industri kedirgantaraan, aeronautika kan banyak, kita berkolaborasi, jadi kita membangun strategic collaboration. Itu arahan Bapak Presiden dan kita laksanakan," kata Gita di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Katanya, bentuk kolaborasi yang dimaksud merupakan kolaborasi strategis dengan pemain global demi meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional.

Ia menyatakan, Prabowo juga mengarahkan agar setiap pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi industri pertahanan nasional. Karena itu, PTDI disebut terus mengedepankan skema offset maupun industrial collaboration agreement dalam setiap kerja sama.

"Arahan khususnya kan sebetulnya di banyak pengadaan alutsista udara, kita harus bisa mendapatkan benefit yang maksimal. Itu yang PTDI selalu kerjakan, baik melalui offset ataupun industrial collaboration agreement supaya mendapatkan manfaat yang maksimum bagi industri pertahanan kita," ujarnya.

Di sisi lain, Gita mengungkapkan, pesawat N219 mulai mendapat minat dari pasar internasional. PTDI telah mengantongi letter of intent (LOI) dari Cina untuk 25 unit serta tengah menjajaki peluang di Kongo.

Meski demikian, perusahaan disebut tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Ia menambahkan, PTDI telah memperoleh kontrak enam unit N219 untuk TNI AD yang ditargetkan mulai dikirim pada akhir tahun ini.

Selain itu, terdapat rencana pengadaan tiga unit untuk Bakamla, serta kontrak tiga unit untuk TNI Angkatan Laut.

"Menurut kami, kebutuhan dalam negeri juga luar biasa. Ini kita prioritaskan. Alhamdulillah Menteri Pertahanan sudah [teken kontrak dengan] enam dengan Angkatan Darat. Insya Allah akhir tahun ini kita akan delivery," tutur Gita.

Baca juga artikel terkait PTDI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah