Menuju konten utama

Perang Iran-AS Memanas, 10 Ribu Warga Krisis Air Bersih

Perang Iran-AS kian membara usai rudal Washington hancurkan pompa air di Iran dan picu krisis bagi 10 ribu warga. Iran balas serang 3 negara.

Perang Iran-AS Memanas, 10 Ribu Warga Krisis Air Bersih
Asap membubung dari ledakan di lokasi yang tidak diketahui, selama apa yang dikatakan Komando Pusat AS (CENTCOM) sebagai serangan terhadap Iran, dalam tangkapan layar ini diambil dari video selebaran yang dirilis 17 Juli 2026. Komando Pusat A.S. / Handout melalui REUTERS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah gelombang terbaru serangan udara AS berdampak pada infrastruktur sipil. Sekitar 10.000 warga di 20 desa di Iran selatan dilaporkan kehilangan akses terhadap air bersih akibat serangan yang menghantam fasilitas listrik dan pompa desalinasi.

Dikutip dari Al Jazeera, Perusahaan Air Nasional Iran menyebut serangan udara AS yang terjadi semalam menyebabkan gangguan pasokan air bagi ribuan warga. Media Iran melaporkan sejumlah rudal menghantam fasilitas listrik dan instalasi desalinasi air di Kota Jask, Provinsi Hormozgan, pada Sabtu (18/7/2026).

Kantor berita Tasnim melaporkan kerusakan fasilitas tersebut menyebabkan sekitar 10.000 warga di 20 desa terdampak. Serangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menyelesaikan operasi serangan selama tujuh hari berturut-turut terhadap Iran. Operasi itu menargetkan sejumlah fasilitas militer, termasuk lokasi pengawasan, infrastruktur logistik, gudang senjata bawah tanah, serta kemampuan maritim Iran.

Iran Serang Balik Fasilitas AS dan Sekutu

Dilansir dari Reuters, militer Iran menyatakan telah menyerang sejumlah aset Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, dan Kuwait sebagai respons atas serangan terbaru Washington.

Kuwait menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Pemerintah Kuwait menyatakan dua fasilitas pembangkit listrik dan penyediaan air, termasuk fasilitas desalinasi, terkena serangan Iran. Insiden tersebut menjadi serangan kedua terhadap fasilitas air Kuwait dalam dua hari terakhir. Selain itu, operasional Bandara Internasional Kuwait sempat dihentikan akibat ancaman rudal dan drone yang terus berulang.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pusat dukungan militer AS di Camp Arifjan serta menghancurkan fasilitas radar di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait. Media pemerintah Iran juga melaporkan IRGC menyerang lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya pesawat tempur AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain, serta sebuah pusat data intelijen.

Iran juga mengklaim telah menghancurkan sedikitnya dua pesawat tempur AS dan tiga pesawat lainnya dalam serangan rudal dan drone terhadap pangkalan militer AS di Al Azraq, Yordania. Namun, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen klaim-klaim tersebut.

Fasilitas Minyak Kuwait Terbakar

Selain fasilitas air dan listrik, Kuwait juga melaporkan serangan terhadap salah satu fasilitas minyaknya. Kuwait Petroleum Corporation (KPC) menyatakan salah satu fasilitas vital sektor minyak mengalami "serangan brutal berulang kali" yang menyebabkan sejumlah orang terluka dan kerusakan material.

"Para korban luka telah mendapatkan bantuan medis dan lokasi tersebut telah dievakuasi. Penanganan terhadap serangan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas negara terkait," kata KPC dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita nasional Kuwait (Kuna).

Pasukan Pemadam Kebakaran Kuwait (Kuwait Fire Force) juga melaporkan sejumlah petugas pemadam kebakaran dan seorang pekerja mengalami luka saat menangani kebakaran di dua lokasi akibat serangan tersebut.

"Insiden pertama terjadi saat proses pemadaman kebakaran berlangsung. Sejumlah petugas pemadam kebakaran dan salah satu pekerja mengalami luka-luka. Lokasi tersebut kemudian dievakuasi dan mereka dibawa untuk mendapatkan bantuan medis," ujar Kuwait Fire Force dilansir dari Al-Jazeera.

PBB Khawatir Eskalasi Meluas

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya eskalasi konflik, terutama terkait serangan terhadap infrastruktur sipil di Iran dan kawasan sekitarnya.

Sementara itu, media Iran melaporkan serangan AS di Provinsi Hormozgan, wilayah dekat Selat Hormuz, menyebabkan sedikitnya tiga orang tewas dan delapan lainnya terluka. Serangan tersebut juga dilaporkan merusak dua jembatan serta sebuah terowongan jalan.

Konflik kembali meningkat setelah gencatan senjata antara Iran dan AS yang sebelumnya dimediasi pihak internasional runtuh. Serangkaian serangan dan aksi balasan kini memperluas dampak perang hingga menyentuh infrastruktur sipil di kawasan Teluk.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Siti Fatimah