Menuju konten utama

Pertumbuhan Ekonomi Vietnam 8%, Di Tengah Kebijakan Tarif AS

Angka ini menunjukkan tidak adanya gangguan langsung dari kebijakan tarif AS yang diberlakukan sejak Agustus 2025.

Pertumbuhan Ekonomi Vietnam 8%, Di Tengah Kebijakan Tarif AS
Bendera Vietnam dan Amerika Serikat. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai delapan persen pada 2025. Pertumbuhan ekonomi itu meningkat dari laju tahun 2024, berkat ekspor yang tinggi, di tengah kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Negara Asia Tenggara yang menjadi salah satu pengekspor utama ke Amerika Serikat itu masih dalam pembicaraan dengan Pemerintah AS mengenai kemungkinan kesepakatan perdagangan, diberitakan Reuters.

Total ekspor Vietnam naik 17 persen, atau menjadi sekitar 475 miliar dolar AS pada tahun 2025. Rinciannya, ekspor ke AS senilai 153 miliar AS, lebih tinggi dari 2024, yakni 119,5 miliar dolar AS.

Hal ini menyebabkan surplus perdagangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan AS, yakni mencapai 134 miliar dolar AS pada 2025. Nilai ini juga lebih tinggi daripada surplus perdagangan pada 2024, sebesar 123,5 miliar.

Angka perdagangan terbaru yang tersedia dari lembaga statistik AS menunjukkan, surplus Vietnam dengan AS telah mencapai rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni mencapai 129,5 miliar dolar AS pada September 2025.

Angka ini menunjukkan tidak adanya gangguan langsung dari kebijakan tarif AS yang diberlakukan sejak Agustus 2025 atau dari kerusakan luas akibat banjir yang berulang kali terjadi tahun kemarin.

Di satu sisi, Vietnam kerap mengabaikan bea masuk AS sebesar 20 persen yang dikenakan pada barang-barangnya. Tahun lalu, Pemerintah Vietnam telah menetapkan target pertumbuhan tahunan (year on year/yoy) lebih dari delapan persen.

Pada kuartal keempat, ekonomi tumbuh 8,46 persen secara yoyo, naik dari angka revisi 8,25 persen pada kuartal ketiga.

Tingkat pertumbuhan Vietnam sebesar 8,02 persen tahun lalu, naik dari tingkat pertumbuhan 7,09 persen pada 2024.

Pertumbuhan tahun lalu didukung oleh konsumsi domestik dan pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi untuk infrastruktur. Sebab, Vietnam mencoba menyeimbangkan kembali model pertumbuhannya agar tidak lagi hanya bergantung pada ekspor.

Kemudian, produksi industri dan penjualan ritel naik 9,2 persen pada 2025. Meskipun menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan tersebut tidak mencapai target rata-rata tahunan sebesar 6,5-7 persen.

Harga konsumen pada Desember 2025 naik 3,48 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat inflasi pada 2025 mencapai 3,31 persen. Lalu, aliran masuk investasi asing pada 2025 naik sembilan persen menjadi atau mencapai 27,6 miliar dolar AS.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Farida Susanty