tirto.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membatalkan agenda rilis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kinerja dan Fakta (APBN KiTA) edisi Agustus 2025 yang sedianya digelar pada Jumat (29/8/2025) pagi. Kebijakan itu diambil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di tengah situasi keamanan Jakarta yang belum kondusif setelah aksi demonstrasi pada Kamis malam (28/8/2025).
Sebelumnya, undangan resmi yang diterima media menyebutkan konferensi pers akan berlangsung pukul 09.30 WIB di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I, Jakarta Pusat, dengan menghadirkan Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan, dan pejabat eselon I.
Namun, pada Jumat pagi terjadi perubahan mendadak. Pukul 06.46 WIB, Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu menyampaikan pemberitahuan kepada jurnalis bahwa agenda tatap muka dialihkan menjadi konferensi pers daring.
“Mempertimbangkan situasi keamanan per dinihari tadi, maka konferensi pers APBN KiTA akan dilakukan secara online melalui Zoom atau video conference pukul 09.30,” demikian isi pesan tersebut.
Tak sampai tiga jam kemudian, pada pukul 09.09 WIB, Kemenkeu kembali mengeluarkan keterangan yang berisi pembatalan keseluruhan agenda hari ini. “Izin menginfokan perubahan jadwal konferensi pers APBN KiTA dari yang semula dijadwalkan hari ini, Jumat 29 Agustus 2025 pukul 09.30 WIB menjadi Rabu, 3 September 2025,” tulis Biro Komunikasi dan Layanan Informasi.
Sebagai informasi, APBN KiTA merupakan laporan rutin bulanan yang berisi perkembangan pelaksanaan APBN, kinerja penerimaan negara, belanja, defisit, hingga pembiayaan. Laporan ini biasanya menjadi barometer fiskal sekaligus bahan evaluasi perkembangan ekonomi terkini.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi terkait alasan pembatalan tersebut. Sementara itu, demonstrasi masih berlangsung di sejumlah titik di Jakarta. Di Kwitang, Jakarta Pusat, misalnya, massa berkumpul di bawah flyover TransJakarta dekat Stasiun Pasar Senen. Tak jauh dari sana, di Jalan Otista, masyarakat menggelar aksi solidaritas atas tewasnya pengemudi ojek online akibat terlindas kendaraan taktis Brimob Polri.
Selain itu, BEM Seluruh Indonesia melalui akun Instagram bemsi.official juga mengumumkan seruan aksi demo di seluruh Indonesia mulai pukul 13.00 WIB, dengan titik aksi demi di kantor kepolisian daerah masing-masing.
"Hari ini kita turun ke jalan bukan hanya menolak kebijakan yang merugikan rakyat, tapi juga menolak wajah anarkis aparat yang seharusnya jadi pengayom, namun justru menjadi penindas dan pelindas rakyatnya sendiri," tulisnya.
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































