tirto.id - PT Pertamina (Persero) siap mengimplementasikan program mandatori biodiesel B50 (campuran 50 persen bahan bakar nabati ke dalam BBM jenis solar) di tahun depan.
Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa pihaknya akan senantiasa mengikuti arahan dan kebijakan dari pemerintah.
"Kami prinsipnya mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah," kata Roberth saat dihubungi Tirto, Selasa (14/10/2025).
Roberth menambahkan bahwa sebagai perusahaan plat merah, segala kebijakan yang menjadi rencana pemerintah akan segera ditindaklanjuti dan masuk ke dalam pemabahasan.
"Pertamina sebagai BU Milik Negara pasti akan mengikuti kebijakan dan arahan pemerintah. Ke depannya, apabila ada hal yang perlu disiapkan maka akan dibahas untuk tindak lanjutnya," paparnya.
Saat ditanya mengenai kapasitas kilang dan bahan baku yang tersedia, Roberth tidak menjawab secara gamblang karena pembahasan B50 masih menunggu hasil final.
"Kita nunggu ketok palunya," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa kebijakan B50 ini diambil untuk mencapai kedaulatan energi dengan menargetkan penghentian total impor minyak solar pada tahun 2026.
"Atas arahan Bapak Presiden, sudah diputuskan bahwa 2026, insya Allah akan kita dorong ke B50, dengan demikian tidak lagi kita melakukan impor solar ke Indonesia," tegas Bahlil di hadapan para pelaku industri dalam Investor Daily Summit 2025, dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Kamis (9/10/2025).
Bahlil menuturkan, kebijakan ini didasari oleh keberhasilan program biodiesel yang telah berjalan dan terbukti ampuh menekan ketergantungan impor sekaligus menghemat devisa negara secara signifikan.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemanfaatan biodiesel dari tahun 2020 hingga 2025 telah berhasil menghemat devisa hingga 40,71 miliar dola AS.
Dengan penerapan B50, pemerintah memproyeksikan adanya potensi penghematan devisa tambahan yang sangat besar, yakni mencapai 10,84 miliar dolar AS hanya dalam satu tahun implementasinya di 2026.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id



































