tirto.id - PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi bahwa awak kapal beserta unit kapal pengangkut minyak mentahnya hingga saat ini masih belum dapat melintasi Selat Hormuz. Kondisi tersebut terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan tersebut imbas serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi secara ketat dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.
“Kami masih terus memonitor dan berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk kondisi kapal dimaksud,” ujar Baron kepada Tirto, Selasa (31/3/2026).
Baron mengatakan bahwa belum ada pergerakan lintas dari kapal tersebut. “Sampai saat ini awak dan kapal masih belum melintas Selat Hormuz,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa Pemerintah Iran memberikan pertimbangan positif terkait keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz.
Respons tersebut disampaikan melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyusul koordinasi intensif antara Kemlu dan KBRI Tehran dengan otoritas terkait.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengungkapkan bahwa komunikasi terus dilakukan guna memastikan keselamatan kapal milik perusahaan energi nasional yang terdampak konflik di kawasan Teluk Persia itu.
"Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," ujar Vahd saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/3/2026).
Adapun, dua kapal itu berjenis tanker raksasa (VLCC) milik PT Pertamina International Shipping, yaitu VLCC Pertamina Pride dan VLCC Gamsunoro. Kapal ini mengangkut minyak mentah atau crude oil dari Timur Tengah ke Indonesia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































