Menuju konten utama

Imigrasi Bali: 682 WNA Terdampak Perang AS-Iran Ajukan ITKT

Untuk tangani penumpang yang keberangkatannya terdampak, Kanwil Imigrasi Ngurah Rai punya posko di Bandara Ngurah Rai.

Imigrasi Bali: 682 WNA Terdampak Perang AS-Iran Ajukan ITKT
Kakanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, ketika diwawancarai di Gedung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Selasa (31/03/2026). Tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Bali mencatat jumlah penumpang yang keberangkatan penerbangannya terdampak oleh perang di Timur Tengah (stranded) mencapai 12.278 orang. Hal tersebut dikarenakan masih berlangsungnya peperangan di kawasan tersebut.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, mengungkap dari jumlah tersebut, sebanyak 682 orang telah mengajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT). Pengajuan izin tersebut dilaksanakan di tiga Unit Pelayanan Terpadu (UPT), yakni di UPT Ngurah Rai, UPT Denpasar, dan UPT Singaraja.

"Sementara untuk pembebasan biaya overstay, orang asing yang mengajukan karena terdampak dari konflik Timur Tengah ini mencapai 252 orang. Kami juga tentunya berharap secepatnya situasi di Timur Tengah ini membaik," kata Felucia ketika bertemu dengan wartawan di Gedung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Selasa (31/03/2026).

Felucia menyampaikan penerbitan ITKT dan pembebasan biaya overstay (melebihi izin tinggal) untuk orang asing yang terdampak akan terus dilakukan hingga situasi di Timur Tengah membaik.

Kebijakan tersebut juga merupakan bagian dari arahan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mengantisipasi potensi overstay oleh WNA yang penerbangannya dibatalkan.

Selain itu, untuk 12.278 penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan, Felucia menyampaikan bahwa sebagian sudah kembali dengan melakukan pengalihan rute (reroute) atau dengan menggunakan maskapai penerbangan lainnya.

“Kalau sebelumnya bisa langsung kembali ke negaranya, dengan situasi seperti ini, orang asing memilih untuk kembali dengan menggunakan rute yang lain," jelasnya.

Untuk menangani penumpang yang keberangkatannya masih terdampak, Kanwil Imigrasi Ngurah Rai memiliki posko di Bandara Ngurah Rai, serta layanan bantuan (help desk) di dua hotel yang ditunjuk oleh maskapai, yakni Hotel Mercure dan Hotel Hilton.

Fungsi dari posko dan layanan bantuan tersebut adalah untuk memberikan layanan keimigrasian, termasuk penerbitan ITKT dan pembebasan biaya overstay. Oleh sebab itu, Felucia mengimbau wisatawan asing untuk melengkapi syarat administrasi dan memanfaatkan layanan tersebut guna memperpanjang izin tinggal.

Kanwil Imigrasi Bali menyadari bahwa situasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada penerbangan internasional merupakan force majeure sehingga membutuhkan respons cepat dari keimigrasian. Imigrasi juga memastikan pelayanan dan pengawasan terhadap WNA yang terdampak berjalan optimal.

"Untuk layanan ITKT apabila diajukan maksimal jam 12 siang, maka kami juga akan menyelesaikan pada hari yang sama," tutup Felucia.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Fadrik Aziz Firdausi