Menuju konten utama

Perang Iran Amerika Terkini: Iran Serang Arab, Trump Ancam Balas

Iran kembali melancarkan serangan ke Arab Saudi dengan sasaran pangkalan AS, termasuk menggunakan drone. AS mengancam membalas dengan serangan besar.

Perang Iran Amerika Terkini: Iran Serang Arab, Trump Ancam Balas
Kepulan asap membubung setelah ledakan yang dilaporkan terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026. Dua ledakan keras terdengar di Teheran pada pagi hari tanggal 28 Februari oleh jurnalis AFP, dan dua kepulan asap tebal terlihat di atas pusat dan timur ibu kota Iran. (Photo by ATTA KENARE / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perang Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel kini memasuki hari ke-14 per Jumat (13/2/2026). Laporan terkini menyebut Iran melancarkan serangan secara intensif ke Arab Saudi pada Jumat dini hari, sementara Presiden AS Donald Trump mengumumkan ancaman serangan besar-besaran.

Menukil Japan Today, Iran telah melancarkan serangan secara intensif ke Arab Saudi pada Jumat pagi hari. Setidaknya, 50 drone Iran disebut berhasil dihalau sistem pertahanan udara Saudi.

Serangan juga terjadi di Bahrain. Sirene peringatan dilaporkan terus berbunyi pada Jumat dini hari di Dubai. Asap hitam juga tampak di atas kawasan industri Dubai usai otoritas setempat menyebut upaya mencegat serangan Iran telah memicu kobaran api.

Israel juga diserang pada Jumat pagi oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran, Hizbullah. Setidaknya 60 orang terluka akibat roket-roket Hizbullah. Di tengah sensor ketat Israel dalam keadaan perang, para korban itu disebut mengalami luka ringan.

Rangkaian serangan tersebut dilancarkan Iran setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, memberikan pernyataan publik pertamanya setelah menjabat yang disiarkan Kamis (12/3/2026).

Dalam pernyataannya, Mojtaba menyatakan bahwa Iran akan terus melakukan serangan. Ia menggambarkan serangan yang dilakukan Teheran adalah "pembalasan atas darah para syahid".

Mojtaba turut menyerukan kepada negara di kawasan Teluk untuk menutup pangkalan AS di wilayah mereka. Mojtaba menyebut Iran akan terus menyerang jika pangkalan-pangkalan tersebut terus beroperasi.

"Saya menyarankan para pemimpin negara-negara di kawasan ini untuk menutup pangkalan-pangkalan [AS] tersebut sesegera mungkin, karena mereka pasti sudah menyadari bahwa klaim AS tentang menjamin keamanan dan perdamaian hanyalah kebohongan belaka," kata Mojtaba.

Usai keluarnya pernyataan publik perdana Mojtaba itu, Teheran digempur pada Jumat pagi. Serangan udara yang intens menggempur Teheran dan wilayah Iran lain, belum jelas apa yang jadi target serangan tersebut.

Melalui sosial media miliknya, Trump hanya menyatakan ancaman bahwa AS akan "menghancurkan" Iran "secara militer, ekonomi, dan lainnya". Dalam pernyataan itu, Trump menyebut bahwa ia akan dengan senang hati membunuh para pemimpin Iran.

"Mereka telah membunuh orang-orang tak berdosa di seluruh dunia selama 47 tahun, dan sekarang saya, sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, [akan] membunuh mereka. Sungguh suatu kehormatan besar untuk melakukannya!" tulis Trump pada Jumat pagi.

Unggahan Truth Social Trump itu juga memuat pernyataan sang presiden menyebut pemimpin Iran sebagai "bajingan gila".

"Perhatikan apa yang terjadi pada bajingan gila ini hari ini. Angkatan Laut Iran hilang, Angkatan Udara mereka tidak ada lagi, rudal, drone, dan segala sesuatu yang lain sedang dihancurkan, dan para pemimpin mereka telah dihapus dari muka bumi," tulisnya.

Pesawat AS Jatuh di Irak, Prancis Kehilangan Tentara

Pernyataan Trump dikeluarkan pada hari yang sama dengan laporan jatuhnya pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik AS. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut pesawat militer itu jatuh di Irak bagian barat, namun tak dijelaskan apakah ada korban jiwa, mengingat KC-135 adalah pesawat berkapasitas lima awak.

CENTCOM tak menjelaskan detail jatuhnya pesawat tersebut. Mereka juga mengonfirmasi bahwa jatuhnya pesawat bukan karena tembakan musuh maupun tembakan ramah (friendly fire).

"Dua pesawat terlibat dalam insiden tersebut. Salah satu pesawat jatuh di Irak barat, dan yang kedua mendarat dengan selamat," tulis keterangan resmi CENTCOM.

Jatuhnya korban yang terbunuh dalam serangan justru dikonfirmasi oleh Prancis. Pada Jumat, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi bahwa satu tentaranya terbunuh dalam serangan di Irbil, basis wilayah etnis Kurdi di bagian utara Irak.

Sebelum konfirmasi terbunuhnya tentara di Erbil, Prancis telah mengonfirmasi terlukanya enam tentara mereka di kawasan itu. Keenam tentara dilaporkan terluka akibat serangan drone.

Di Erbil, tentara Prancis dikerahkan sebagai bagian dari misi kontraterorisme multinasional guna mendukung militer Irak memberantas militan ISIS.

Menukil Al Jazeera, serangan di Erbil telah diklaim oleh organisasi Perlawanan Islam di Irak. Organisasi ini mencakup sejumlah kelompok bersenjata yang memiliki afiliasi dengan Iran.

Dalam keterangannya pada Jumat, Macron mengutuk serangan yang menewaskan tentara Prancis tersebut, sembari menyiratkan keterkaitan serangan dengan Perang Iran.

"Kehadiran mereka di Irak sepenuhnya dalam rangka perang melawan terorisme. Perang di Iran tidak dapat membenarkan serangan semacam itu," tulis Macron di X.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar