tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa tim nasional sepak bola Iran tidak pantas berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat pada musim panas tahun 2026 ini.
Pernyataan itu disampaikan Trump setelah otoritas Iran menyatakan tidak akan ambil bagian dalam turnamen tersebut di tengah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap negara mereka.
“Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan untuk mengikuti Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa kehadiran mereka di sana pantas, demi keselamatan dan keamanan hidup mereka sendiri,” tulis Trump, dilansir dari Aljazeera, Jumat (13/3/2026).
Akun Instagram resmi tim nasional Iran segera menanggapi pernyataan tersebut. Mereka mempertanyakan apakah presiden Amerika Serikat berwenang memberikan komentar mengenai partisipasi sebuah tim dalam turnamen internasional.
“Piala Dunia adalah ajang bersejarah dan internasional, dan badan pengaturnya adalah FIFA, bukan negara mana pun secara individu.” tulis akun tersebut.
Akun itu juga mengkritik Trump karena dinilai tidak mampu menjamin keamanan para pemain tim nasional Iran.
“Tentu saja, tidak ada yang bisa mengecualikan tim nasional Iran dari Piala Dunia,” tulis pesan tersebut. “Satu-satunya negara yang bisa dikecualikan adalah negara yang hanya menyandang gelar ‘tuan rumah’ namun tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan keamanan bagi tim-tim yang berpartisipasi dalam ajang global ini,” tulis akun itu.
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan dimulai pada 11 Juni 2026 dan akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pada fase grup, Iran tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Seluruh pertandingan grup Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, termasuk di wilayah Los Angeles dan Seattle, Washington.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang dikenal memiliki kedekatan dengan Trump, sebelumnya menyampaikan bahwa presiden AS tersebut mengatakan tim Iran tetap disambut untuk datang ke Amerika Serikat.
“Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia FIFA untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya, dan saya dengan tulus berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat atas dukungannya, karena ini sekali lagi menunjukkan bahwa Sepak Bola Menyatukan Dunia.” ujar Infantino.
Infantino sendiri pernah menetapkan penghargaan “FIFA Peace Prize” dan memberikannya kepada Trump pada Desember tahun lalu. Keputusan itu menuai kritik dari para pegiat hak asasi manusia yang mempertanyakan komitmen FIFA terhadap prinsip “netralitas politik”.
Kurang dari empat bulan setelah menerima penghargaan tersebut, Trump meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran yang berkembang menjadi konflik regional. Perang tersebut dilaporkan telah menewaskan hampir 2.000 orang dan menyebabkan banyak warga mengungsi.
FIFA juga menghadapi kritik luas terkait sikapnya dalam merespons konflik global. Organisasi itu dengan cepat melarang Rusia berpartisipasi dalam kompetisi internasional setelah invasi ke Ukraina pada 2021. Namun, FIFA menolak desakan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel meski perang di Gaza menuai kecaman internasional.
Keterkaitan asosiasi sepak bola Israel dengan klub-klub yang berbasis di permukiman ilegal di wilayah Tepi Barat yang diduduki juga memicu kritik dan seruan agar organisasi tersebut disuspensi.
Apabila Iran benar-benar tidak ambil bagian dalam Piala Dunia mendatang, FIFA akan menentukan langkah selanjutnya terkait absennya tim tersebut.
“Jika ada Asosiasi Anggota Peserta yang mengundurkan diri dan/atau dikeluarkan dari Piala Dunia FIFA 26, FIFA akan memutuskan masalah tersebut atas kebijakannya sendiri dan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu.” demikian bunyi regulasi turnamen tersebut.
“FIFA dapat memutuskan untuk mengganti Asosiasi Anggota yang bersangkutan dengan asosiasi lain.”
Belum jelas apakah FIFA memiliki cukup waktu untuk mencari pengganti Iran. Salah satu opsi yang mungkin adalah memilih tim dengan peringkat tertinggi di Asia yang gagal lolos ke turnamen.
Alternatif lainnya, pertandingan di Grup G bisa tetap berlangsung dengan format khusus yang hanya melibatkan tiga tim, bukan empat seperti format normal.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





























