Menuju konten utama

Siapa Pembuat Patung Trump & Epstein yang Berpose Bak Titanic?

Ini fakta-fakta mengenai patung Trump dan Enstein yang berpelukan bak di film Titanic. Patung ini ada di depan mal di Washington DC.

Siapa Pembuat Patung Trump & Epstein yang Berpose Bak Titanic?
Sebuah patung satir bertema "Titanic" yang menggambarkan Presiden AS Donald Trump dan mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dipajang di National Mall pada 10 Maret 2026 di Washington, DC. PAFP/ Heather Diehl / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

tirto.id - Di National Mall, Washington DC, muncul patung yang menggambarkan Presiden AS Donald Trump memeluk pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein di bagian depan kapal, meniru adegan ikonik dari film “Titanic”.

Patung setinggi 3,66 meter dan dicat berwarna emas ini diberi judul “The King of the World” yang merupakan karya dari sekelompok seniman anonim bernama The Secret Handshake.

“Kisah cinta tragis antara Jack dan Rose dibangun di atas perjalanan mewah, pesta meriah, dan sketsa telanjang rahasia. Monumen ini menghormati ikatan antara Donald Trump dan Jeffrey Epstein, sebuah persahabatan yang tampaknya dibangun di atas perjalanan mewah, pesta meriah, dan sketsa telanjang rahasia,” bunyi tulisan di plakat yang berada di kaki patung tersebut.

Patung ini dikelilingi oleh sepuluh spanduk bergambar Trump dan Epstein dengan tulisan “Make America Safe Again (Buat Amerika Aman Kembali)” yang juga menampilkan lambang Departemen Kehakiman AS, meski kata “justice” sengaja dihapus.

Siapa The Secret Handshake yang Ciptakan Patung Trump-Epstein?

Dirangkum dari berbagai sumber media-media AS, The Secret Handshake adalah sekelompok seniman dan aktivis anonim yang dikenal karena memasang patung-patung satir provokatif di Washington.

Mereka terutama menargetkan tokoh kontroversial seperti Donald Trump dan hubungan sosialnya di masa lalu dengan Jeffrey Epstein, melalui karya seperti “Best Friends Forever” (2025) dan “King of the World” (2026).

Kelompok ini membuat figur berukuran besar yang sering dicat emas atau berwarna perunggu, terbuat dari busa dan resin. Karya-karya tersebut dimaksudkan untuk menyoroti isu politik, sosial, dan kekuasaan, sering kali menggunakan humor dan ironi.

Beberapa instalasi The Secret Handshake adalah “Best Friends Forever” (September 2025), yaitu patung setinggi 12 kaki yang menggambarkan Donald Trump dan Jeffrey Epstein sedang berpegangan tangan.

Kemudian ada juga “Why Can’t We Be Friends?” (Oktober–November 2025), yaitu pemasangan ulang karya mereka, karena dipindahkan oleh Polisi Taman Nasional AS.

Instalasi mereka dirancang untuk memicu perdebatan tentang akuntabilitas politik, Epstein Files atau dokumen Epstein serta penggunaan ruang publik federal untuk seni protes politik.

Kelompok ini sering dibandingkan dengan bentuk komentar politik di tingkat akar rumput yang menggunakan ruang publik untuk menantang tokoh-tokoh yang berkuasa.

Gedung Putih Buka Suara Terkait Patung Titanic ala Trump dan Epstein

Gedung Putih mengecam keras pemasangan patung Trump dan Epstein tersebut. Wakil sekretaris pers Gedung Putih, Abigail Jackson bahkan mengeluarkan statement bernada menyindir.

“Kapan para donor Demokrat kaya ini akan membuat patung-patung Demokrat… yang terus meminta uang dan pertemuan dari Epstein setelah ia dihukum sebagai pelaku kejahatan seksual?” ujarnya dikutip The Straits Times, Kamis (12/2/2026).

Keberadaan patung ini menarik perhatian pengunjung National Mall. belum diketahui sampai kapan patung tersebut akan berdiri di sana.

Apa Hubungan Trump dan Epstein?

Jeffrey Epstein adalah pelaku kejahatan seksual termasuk perdagangan anak. Dalam dokumen kejahatan Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) akhir Januari lalu, terungkap banyak nama yang tersebut di dalamnya, salah satunya adalah Donald Trump.

Trump diketahui mengenal Epstein secara sosial sejak tahun 1980-an dan 1990-an. Keduanya tampak memiliki hubungan pertemanan cukup intens. Namun, Trump mengklaim bahwa hubungannya dengan Epstein renggang, jauh sebelum kematian Epstein pada 2019. Trump juga membantah mengetahui atau terlibat dalam tindakan pelecehan seksual Epstein.

Forbes pada 9 Maret 2026 menyebut jika ada seorang penggugat telah membuat aduah pada FBI. Ia, yang tidak disebutkan namanya, mengklaim bahwa pada pertengahan 1980-an, ketika dia masih berusia 13–15 tahun, telah diperkenalkan pada Trump melalui Epstein.

Penggugat tersebut dipaksa melakukan tindakan seksual dengan Trump. Dia juga menuduh bahwa Trump memukul kepalanya setelah dia menolak atau melawan.

Penggugat tersebut juga menuduh Epstein dan Trump membahas kemungkinan melakukan pemerasan terhadap orang lain, dan bahwa dia mendengar Trump membicarakan hal ilegal terkait izin bangunan dan pencucian uang melalui kasino.

Donald Trump sendiri banyak mendapat tentangan dari warganya, termasuk keputusannya untuk melakukan operasi Epic Fury dengan menyerang Iran bersama dengan militer Israel.

Beberapa jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga AS menolak aksi militer terhadap Iran. Menurut PBS (6/3/2026), sebanyak 56 % warga AS mengatakan mereka tidak setuju dengan keputusan Trump untuk menyerang Iran, sedangkan sisanya menyetujuinya.

Baca juga artikel terkait FILE EPSTEIN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra