Menuju konten utama

Dokumen Epstein File Soal Donald Trump Dihapus, Terkait Apa?

Departemen Kehakiman AS diduga melakukan penghapusan data Epstein File yang telah dipublikasikan terkait Donald Trump, termasuk menahan dokumen terkait.

Dokumen Epstein File Soal Donald Trump Dihapus, Terkait Apa?
Jeffrey Epstein. FOTO/ oversight.house.gov
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dokumen Epstein File terkait Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ditarik dan dihapus oleh Departemen Kehakiman AS dari datasheet yang dirilis ke publik. Penghapusan dokumen terkait Trump ini dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, namun dokumen tentang apa saja yang dihapus itu?

Trump merupakan salah satu dari banyak pesohor yang namanya muncul dalam berkas penyelidikan penjahat seksual Jeffrey Epstein. Namun, media NPR melaporkan bahwa lebih dari 50 halaman dokumen terkait Trump telah dihapus dari dataset yang sebelumnya dapat dilihat publik.

Lebih dari 50 halaman dokumen Epstein terkait Trump itu berkaitan dengan dua topik utama, yakni dugaan Trump telah melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur pada masa lalu dan tuduhan terhadap Epstein yang menyebut nama Trump.

Data Dokumen File Epstein Terkait Trump yang Dihapus

Sebagian berkas yang hilang itu adalah dokumen FBI terkait proses verifikasi tuduhan kekerasan seksual oleh Trump. Dokumen ini berkisar dari surat elektronik, catatan, log dokumen, dan salindia tentang topik tersebut.

Dugaan kasus kekerasan seksual oleh Trump—yang dokumennya hilang dalam Epstein Files—itu diduga terkait dengan proses verifikasi yang dilakukan FBI terkait lebih dari tuduhan kekerasan seksual terkait Trump pada akhir Juli hingga awal Agustus 2025 lalu. Kala itu Pusat Operasi Ancaman Nasional FBI menghimpun tuduhan-tuduhan itu.

Agen FBI telah menandainya sebagian besar dari tuduhan sebagai kasus yang tidak dapat diverifikasi dan tidak kredibel.

Akan tetapi, salah satu darinya adalah sebuah salindia yang mempresentasikan nama-nama pesohor yang terkait dalam penyelidikan Epstein dan Maxwell pada tahun 2025 lalu. Dalam dokumen tersebut, FBI tampak telah melakukan wawancara dengan salah satu terduga perempuan yang menjadi korban Trump.

Perempuan itu langsung menyebut Trump dalam tuduhan yang ia buat. Ia mengklaim mengalami serangan seksual oleh Trump pada 1983, ketika ia berusia 13 tahun.

Terduga korban mengklaim bahwa ia diperkenalkan dengan Trump oleh Epstein. Namun, perkenalan itu kemudian berubah jadi malapetaka bagi terduga korban ketika kepalanya dipaksa menunduk "ke arah penis" Trump "yang terbuka".

Terduga korban kemudian mengaku bahwa ia menggigit penis Trump. Kemudian, "sebagai tanggapan, Trump meninju kepalanya dan mengusirnya".

NPR juga menulis dalam laporannya bahwa ada ketidaksesuaian nomor seri dokumen dengan berkas yang dirilis Departemen Kehakiman AS. Sejumlah berkas diduga telah hilang dan tidak dipublikasikan.

"Investigasi NPR menemukan puluhan halaman yang tampaknya dikatalogkan oleh Departemen Kehakiman, tetapi tidak dibuka kepada publik," tulis laporan tersebut.

Selain tuduhan dugaan tindak kekerasan seksual oleh Trump dan tuduhan terhadap Epstein yang menyangkut Trump, topik lain yang dokumennya hilang dari dataset bebas akses adalah berkas terkait saksi kunci dalam persidangan kasus Ghislaine Maxwell.

Maxwell merupakan salah satu konspirator utama Epstein dalam jejaring perdagangan seksual yang ia buat. Kini Maxwell divonis penjara 20 tahun dan tengah meminta pengampunan dari Trump.

Dokumen terkait persidangan Maxwell dilaporkan sempat dihapus dan diunggah kembali pada minggu lalu. Namun, beberapa di antaranya masih ditahan dan tidak dirilis kembali.

Alasan Dihapus Tidak Jelas

Departemen Kehakiman AS sejauh ini tidak memberikan pernyataan publik terkait apa saja dan mengapa sejumlah dokumen Epstein Files terkait Trump dihapus dari datasheet bebas akses. Lembaga yang merilis Epstein Files itu hanya memberikan pernyataan normatif yang tidak spesifik.

Dalam pernyataannya, Juru bicara Departemen Kehakiman, Natalie Baldassarre, menyebut bahwa dokumen yang tidak dipublikasikan berarti bersifat rahasia. Hal itu bisa jadi merupakan duplikat atau berkaitan dengan investigasi federal yang sedang berlangsung.

Gedung Putih juga tidak mengeluarkan pernyataan publik terkait penghapusan sejumlah berkas Epstein Files terkait Trump. Juru bicara Gedung Putih hanya menuturkan kepada NPR bahwa Trump "telah berbuat lebih banyak untuk para korban Epstein dari siapa pun".

"Seperti yang telah dikatakan Presiden Trump, dia telah sepenuhnya dibebaskan dari segala hal yang berkaitan dengan Epstein," kata juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson.

Menurut Jackson, Trump telah mengizinkan perilisan ribuan halaman Epstein Files, menandatangani Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, dan mendorong penyelidikan lebih lanjut terhadap "teman-teman Demokrat Epstein". Atas tindakan itu, Jackson menyebut bahwa tuduhan keterlibatan Trump dalam kejahatan seksual Jeffrey Epstein tak berdasar.

Di sisi lain, Partai Demokrat menyebut tengah menyelidiki penghapusan dokumen Epstein terkait Trump ini. Anggota Komite Pengawasan DPR dari Partai Demokrat, Robert Julio Garcia, menyebut bahwa ada dugaan Departemen Kehakiman telah membuat langkah ilegal sehubungan dengan masalah ini.

"Anggota Demokrat di Komite Pengawasan [DPR] dapat mengkonfirmasi bahwa Departemen Kehakiman tampaknya telah secara ilegal menahan [dokumen terkait] wawancara FBI dengan korban yang menuduh Presiden Trump melakukan kejahatan keji," kata Garcia.

Kini, anggota Komite Pengawasan DPR AS dari Partai Demokrat dilaporkan tengah bersiap untuk membuka penyelidikan paralel terkait penghapusan sejumlah dokumen Epstein Files terkait Trump.

Baca juga artikel terkait JEFFREY EPSTEIN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar