tirto.id - Sebagian pengguna X disebut memanfaatkan fitur kecerdasan imitasi Grok AI untuk menghilangkan sensor foto (unblur) pada foto di dokumen Epstein Files. Sejumlah pengguna X itu menggunakan kata kunci "unblur" pada fitur Grok untuk menghapus sensor, termasuk pada foto perempuan di bawah umur yang disensor.
Seturut temuan kelompok jurnalis dan peneliti investigatif, Bellingcat, percobaan untuk "unblur" foto terkait Jeffrey Epstein terjadi beberapa hari pasca dokumen itu dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada 30 Januari 2026 lalu.
"Dari tanggal 30 Januari hingga 5 Februari, kami meninjau 31 permintaan terpisah dari pengguna agar Grok meng-"unblur” atau mengidentifikasi perempuan dan anak-anak dari gambar-gambar tersebut," tulis Bellingcat, Selasa (10/2/2026)
Ketika merilis jutaan dokumen terkait penyelidikan kasus kejahatan dan perdagangan seksual Jeffrey Epstein, DOJ telah menyensor mayoritas perempuan dan anak yang muncul dalam Epstein Files PDF hingga foto. DOJ menyatakan mereka "memperlakukan semua perempuan dalam gambar sebagai korban".
Hal itu dilakukan untuk melindungi privasi para korban kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Meskipun belakangan sebanyak 18 korban Epstein mengutuk perilisan oleh DOJ karena luput menyensor identitas sejumlah korban "sementara para pria yang melecehkan kami tetap tersembunyi dan terlindungi".
Respons Grok AI atas Permintaan Unblur Foto Epstein Files
Grok memberikan respons atas permintaan "unblur" foto Epstein Files secara beragam. Seturut penelusuran Bellingcat, beberapa di antaranya ditolak, namun sebagian lolos dan Grok melakukan perintah tersebut.
Akan tetapi, gambar-gambar yang dibuat Grok untuk menanggapi permintaan "unblur" itu memiliki kualitas bervariasi dari cukup meyakinkan hingga sangat buruk. Salah satu gambar yang dibuat Grok menampilkan wajah bayi di tubuh seorang perempuan muda.
Kepada permintaan yang ditolak, Grok memberi pernyataan bahwa penyensoran pada foto Epstein dilakukan untuk melindungi privasi "sesuai praktik standar dalam gambar sensitif Epstein Files". Karena hal tersebut, Grok tak bisa memproses permintaan penggunanya itu.
"Mengenai permintaan untuk menghilangkan blur pada wajah di foto Epstein itu: Foto tersebut berasal dari berkas DOJ yang baru dirilis di mana identitas anak di bawah umur disunting untuk menjaga privasi. Saya tidak dapat menghilangkan blur atau mengidentifikasi mereka, karena hal itu dilindungi secara etika dan hukum. Untuk informasi lebih lanjut, periksa sumber resmi seperti rilis DOJ,” kata salah satu jawaban Grok kepada penggunanya.
Pihak X sejauh ini belum menanggapi temuan ini, maupun menjelaskan bagaimana Grok dapat menghasilkan foto Epstein Files tanpa sensor. Selain itu, hasil foto "unblur" Epstein Files yang dihasilkan Grok juga tidak terverifikasi, sehingga hasilnya bisa salah sepenuhnya.
Permintaan untuk menunjukkan wajah seseorang sebelumnya juga pernah dilakukan pengguna X pada kasus penembakan Renee Good oleh agen federal imigrasi AS di Minnesota. Grok diminta untuk mengungkap muka agen penembak yang ditutupi masker.
Grok memproses permintaan itu dan menghasilkan foto wajah agen federal tanpa masker penutup muka. Namun, wajah hasil rekayasa Grok sangat berbeda dari agen sebenarnya yaitu Jonathan Ross.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































