Menuju konten utama

Makna Jas Double Breasted yang Dipakai Prabowo saat Pidato

Jas double-breasted yang dipakai Prabowo saat pidato kenegaraan dinilai melambangkan ketegasan, kewibawaan, stabilitas, dan identitas nasional Indonesia.

Makna Jas Double Breasted yang Dipakai Prabowo saat Pidato
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) berbincang dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani (tengah), Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kiri), dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin (kiri) saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bay/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jas double-breasted yang dikenakan Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 bukan sekadar pilihan busana formal. Pengamat menilai hal itu merupakan bagian dari komunikasi simbolik seorang kepala negara. Berikut makna yang tersirat dalam busana yang dipilih RI 1 hari ini.

Rombongan kendaraan Presiden memasuki kompleks parlemen sekitar pukul 08.05 WIB dengan pengawalan aparat keamanan. Prabowo menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine sebagai kendaraan kepresidenan, kendaraan yang juga kerap digunakannya dalam sejumlah agenda kenegaraan.

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI merupakan salah satu agenda penting dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada agenda tersebut, Prabowo menyampaikan laporan mengenai kinerja lembaga-lembaga negara dan capaian pembangunan melalui pidato kenegaraan.

Setelah agenda pagi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPR RI pada siang hari, ketika Presiden menyampaikan keterangan pemerintah mengenai Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027.

Makna Jas Double Breasted yang Dipakai Prabowo saat Pidato

Pengamat mode Lisa Fitria menilai penggunaan jas model double-breasted memperlihatkan keinginan untuk menampilkan Indonesia sebagai negara yang memiliki posisi sejajar dengan negara-negara kuat lainnya.

Model jas dengan dua baris kancing di bagian depan tersebut merupakan gaya klasik yang telah lazim digunakan oleh pria di berbagai belahan dunia.

Dalam konteks kenegaraan, pilihan itu memberikan kesan formal, kuat, tegas, sekaligus berwibawa, sehingga menciptakan citra kepemimpinan yang memiliki otoritas di tengah forum kenegaraan yang dihadiri para pejabat tinggi dan perwakilan dari berbagai pihak.

"Menurut opini saya, gaya busananya tidak jauh berbeda dengan saat kampanye. Di sini Pak Presiden seperti ingin memperlihatkan busana kenegaraan itu sangat kuat, formal, simbolis yang tentunya sejajar dengan presiden-presiden negara lainnya," kata Lisa dikutip Antara (14/8/2026).

Warna abu-abu pada jas yang dikenakan Prabowo juga memiliki makna tersendiri. Menurut Lisa, warna tersebut dapat menekankan kesan stabil, matang, dan moderat. Kesan itu menjadi penting karena pakaian seorang presiden dalam pidato kenegaraan tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dapat menjadi representasi karakter kepemimpinan.

"Dalam konteks pidato kenegaraan, pilihan tersebut dapat dibaca sebagai representasi kepemimpinan yang ingin menampilkan ketegasan sekaligus keseimbangan," terangnya.

Jas abu-abu yang dipadukan dengan kemeja putih dan dasi biru muda menghadirkan perpaduan antara ketegasan dan ketenangan. Jika jas double-breasted memberikan kesan kuat dan berwibawa, dasi biru muda dapat menghadirkan citra yang lebih tenang, bersahabat, dan mudah didekati.

Dengan demikian, keseluruhan penampilan tersebut dapat dimaknai sebagai upaya menghadirkan sosok pemimpin yang tegas dalam menjalankan kewenangan, tetapi tetap memiliki keseimbangan dan ketenangan dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Elemen lain yang tidak kalah penting adalah kopiah atau peci hitam yang dikenakan Prabowo. Lisa menilai penggunaan peci tersebut menunjukkan komitmen untuk mempertahankan identitas nasional dan budaya Indonesia sebagai negara yang memiliki kehidupan beragama.

"Simbol identitas nasional ini yang mempresentasikan karakter kepemimpinan Indonesia. Ketika dipadukan dengan setelan jas modern terlihat adanya pertemuan antara identitas nasional dan juga modernitas," ujar Lisa.

Pandangan serupa disampaikan pemerhati mode Dewi Utari yang melihat jas double-breasted yang juga dikenakan Prabowo pada Sidang Tahunan MPR 2025 sebagai bentuk power dressing.

Pada sidang tahun sebelumnya, Prabowo telah tampil dengan setelan jas abu tua, kemeja putih, dasi biru muda, dan peci hitam, sedangkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenakan setelan yang senada tetapi tanpa peci.

“Jas double-breasted abu-abu yang dikenakan Presiden Prabowo memancarkan aura seorang pemimpin dengan kepercayaan diri yang tinggi. Dipadukan dengan kemeja putih bersih dan dasi biru solid, penampilan ini membawa bahasa tubuh seorang pemimpin yang kuat,” kata Dewi dilansir Antara News (16/8/2025).

Gaya busana Prabowo-Gibran tersebut berbeda dari kebiasaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin yang selama menjabat lebih sering menggunakan pakaian adat daerah dalam sidang tahunan MPR.

Pada 2024, misalnya, keduanya mengenakan pakaian adat Betawi, pada 2023 Jokowi mengenakan pakaian adat Tanimbar dari Maluku dan Ma’ruf menggunakan pakaian adat Betawi. Pada 2022, Jokowi mengenakan pakaian adat Paksian dari Bangka Belitung, sedangkan Ma’ruf mengenakan pakaian khas Keraton Surakarta.

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya pendekatan visual yang berbeda dalam membangun citra kepemimpinan. Penggunaan pakaian adat oleh Jokowi dan Ma’ruf lebih menonjolkan keberagaman budaya Nusantara sebagai simbol identitas Indonesia.

Sedangkan penampilan Prabowo dengan jas modern, peci hitam, dasi, serta pin Merah Putih lebih menekankan perpaduan antara formalitas kenegaraan, identitas nasional, dan citra kepemimpinan yang kuat.

Baca juga artikel terkait SIDANG TAHUNAN MPR atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra