Menuju konten utama

Harga Minyak Turun 6% usai Sinyal Perang Berakhir Lebih Cepat

Harga minyak turun setelah Trump mengatakanbahwa perang melawan Iran bisa lebih cepat berakhir 4-5 minggu dari jadwal sebelumnya.

Harga Minyak Turun 6% usai Sinyal Perang Berakhir Lebih Cepat
Aktivitas Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan pada Selasa (10/3/2026).

Mengutip Reuters, harga minyak mentah acuan Brent turun 6,6 persen atau 6,51 dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 92,45 dolar AS per barel pada pukul 00.18 GMT atau 07.18 WIB.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 6,5 persen atau 6,12 dolar AS menjadi 88,65 dolar AS per barel.

Penurunan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya sempat meroket hingga lebih dari 100 dolar AS per barel. Bahkan, harga minyak mentah Brent dan WTI sempat mencapai rekor tertingginya sejak pertengahan 2022, di mana masing-masing sebesar 119,50 dolar AS per barel dan 119,48 dolar AS per barel.

Lonjakan harga minyak kemarin terjadi karena pemotongan pasokan oleh Arab Saudi dan produsen lainnya selama perang AS-Israel yang meluas dengan Iran, sehingga memicu kekhawatiran akan gangguan besar pada pasokan global.

Sebaliknya, pada perdagangan hari ini, harga minyak turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada CBS News dalam sebuah wawancara bahwa perang melawan Iran bisa lebih cepat berakhir 4-5 minggu dari jadwal sebelumnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, mereka lah yang akan menentukan kapan perang bakal berakhir dan menegaskan tak akan mengekspor setetes pun minyak keluar dari kawasan apabila AS terus melakukan serangan.

Meski bertolak belakang, pernyataan IRGC tidak mampu menahan ekspektasi pasar akan segera berakhirnya perang antara AS-Israel dan Iran.

Selain itu, ekspektasi pasar juga didorong oleh kemungkinan Trump bakal melonggarkan sanksi minyak terhadap Rusia serta berpotensi melepaskan cadangan minyak mentah darurat untuk menahan lonjakan harga minyak mentah global di tengah eskalasi.

"Dengan mempertimbangkan peristiwa dalam 24 jam terakhir, saya memperkirakan minyak mentah akan tetap sangat fluktuatif, diperdagangkan dalam kisaran yang luas antara 75 dolar AS dan 105 dolar AS dalam sesi-sesi mendatang," kata analis pasar IG, Tony Sycamore, analis pasar IG..

Baca juga artikel terkait MINYAK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana