Menuju konten utama

Minyak Dunia Tembus 118 Dolar AS, Bahli Jamin Pertalite Tak Naik

Menteri ESDM Bahlil juga meyakinkan pasokan BBM untuk kebutuhan masyarakat periode puasa & Idul Fitri masih aman, sehingga tidak perlu terjadi panic buying.

Minyak Dunia Tembus 118 Dolar AS, Bahli Jamin Pertalite Tak Naik
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memindai barcode verifikasi data kendaraan untuk mengantisipasi penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.

“Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini Insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi. Untuk subsidi,” ujar Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (9/3/2026), mengutip Antara.

Lebih lanjut, Bahlil juga kembali menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu ‘panic buying’.

“Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,” ucap Bahlil.

Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.

Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat tinggi militer.

Iran telah membalas dengan rentetan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.

Pada Minggu (8/3), AS dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penyimpanan, termasuk Depo Minyak Shahran.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA

tirto.id - Insider
Sumber: Antara
Editor: Alfons Yoshio Hartanto