Menuju konten utama
Pemilu Serentak 2024

Peran Khofifah & Upaya Mempertebal Suara Prabowo-Gibran di Jatim

Bergabungnya Khofifah bukan berarti suara NU akan tunggal mengarah ke Prabowo-Gibran. Sebab, suara PKB dan PDIP di Jatim cukup dominan.

Peran Khofifah & Upaya Mempertebal Suara Prabowo-Gibran di Jatim
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi bakal cawapres di Pilpres 2024. Hal itu disampaikan saat keduanya melakukan makan malam tertutup di salah satu rumah makan di Kota Surabaya, Senin (13/2/2023)

tirto.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara terbuka menyatakan dukungan kepada capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming di Pilpres 2024. Ketua Umum Muslimat NU ini bahkan menyampaikan ketersediaanya untuk bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Jauh sebelum menentukan arah dukungannya, sinyal merapatnya Khofifah ke Prabowo-Gibran sudah dihembuskan oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, sejak November 2023. Menko Perekonomian itu, secara terang-terangan memastikan Khofifah akan bergabung menjadi Tim Kampanye Daerah (TKD) di Jawa Timur.

Bergabungnya Khofifah tentu menjadi modal besar bagi Prabowo-Gibran untuk mengeruk suara di Jawa Timur. Apalagi provinsi tersebut menjadi lumbung suara terbesar kedua setelah Jawa Barat dan menjadi kunci kemenangan bagi tiap capres.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Jatim pada 2023 sebanyak 41.416.407 jiwa. Dari total tersebut sebanyak 31.402.838 masyarakat telah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024.

Jumlah tersebut terdiri dari daftar reguler dan daftar pemilih pada lokasi khusus. Untuk pemilih reguler sejumlah 31.300.483 pemilih tersebar di 120.250 Tempat Pemungutan Suara (TPS), masing-masing terdiri dari 15.427.242 pemilih laki-laki dan 15.873.241 pemilih perempuan.

Sedangkan pemilih pada lokasi khusus berjumlah 102.355 yang tersebar di 416 TPS. Masing-masing terdiri dari 68.314 laki-laki dan 34.041 pemilih perempuan. Sehingga dari rincian tersebut total DPT di Jawa Timur yaitu 15.495.556 pemilih laki-laki dan 15.907.282 pemilih perempuan yang tersebar di 38 kabupaten/kata, 666 kecamatan, 8.494 desa/kelurahan, dan 120.666 TPS.

"Di Jawa Timur insyaallah kami targetnya dengan adanya Bu Khofifah, inginnya sampai 65 persen," ujar Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/1/2024).

Sementara itu, Komandan Tim Komunikasi Bravo Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono, menilai kesediaan Khofifah bergabung mendukung Prabowo-Gibran akan mempercepat kemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut dua itu dalam sekali putaran. Terlebih Khofifah punya modal besar selain hanya sebagai Gubernur Jatim.

“Beliau adalah tokoh besar, terutama di kalangan ibu-ibu. Memiliki pilihan yang sama dengan Bu Khofifah akan memperkuat moral pendukung, bahwa mereka berdiri di barisan yang sama dengan beliau," jelas dia.

Lebih lanjut, Sekretaris Tim TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, meyakini dukungan Khofifah dan ketersediaanya bergabung di TKN bisa mendongkrak suara Prabowo-Gibran. Bahkan ia sesumbar Prabowo-Gibran bisa menang mutlak di Jawa Timur.

“Prabowo Gibran akan menang mutlak dan menang tebal di Jatim dan akan menang secara nasional,” ujar dia di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2024).

Meski begitu, Nusron mengaku masih ada beberapa wilayah yang kemungkinan suara Prabowo-Gibran masih kalah dan di bawah 50 persen. Di antaranya adalah Bali dan Aceh. “Kalau Sumatera Barat sudah 50:50, tapi ini 50:50 beneran,” imbuh dia.

Sejauh Mana Dampak Politik Dukungan Khofifah?

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam, menilai dukungan politik Khofifah jelas akan mem-boosting elektabilitas Prabowo-Gibran di Jawa Timur, yang selama ini menjadi medan pertarungan terbuka sekaligus menentukan potensi kemenangan pilpres mendatang.

Menurut Umam, salah satu simpul kekuatan politik Jawa, khususnya Jawa Timur, adalah basis pemilih nahdliyin. Dukungan Khofifah pada Prabowo-Gibran akan membantu mengonsolidasikan simpul-simpul kekuatan politik nahdliyin untuk mempertebal kekuatan elektoral Prabowo-Gibran di Jawa Timur.

Khofifah akan membukakan pintu lebar-lebar bagi timses Prabowo-Gibran untuk penetrasi lebih efektif ke basis-basis pesantren, kata Umam. Meskipun diakuinya, saat ini loyalitas politik terhadap kiai tidak sekuat dulu.

“Tapi kampanye di jaringan pesantren tetap dibutuhkan untuk mengoptimal penguasaan massa riil berbasis santri, alumni pesantren, hingga orang tua santri,” ujar Umam kepada Tirto, Kamis (11/1/2024).

Peneliti senior Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Imam, menambahkan kehadiran Khofifah di kubu Prabowo-Gibran menjadi energi baru dalam menaikkan elektabilitas terutama di Jawa Timur. Mengingat, ketokohan Khofifah cukup mengakar, khususnya di NU.

“Kita tahu juga bahwa Jawa Timur merupakan kandang atau basis NU. Karena itu, bergabungnya Khofifah tentu berdampak terhadap mesin politik maupun elektabilitas Prabowo Subianto,” kata Imam kepada Tirto, Kamis (11/1/2024).

Meski begitu, suara NU tidak bisa tunggal mengarah ke Prabowo-Gibran saja. Sebab suara NU saat ini terpecah dan menyebar ke seluruh kandidat capres baik pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Hanya saja siapa paslon yang akan memperoleh suara terbanyak dari NU, bergabungnya Khofifah tentu akan memperbesar ceruk jemaah NU untuk mendukung Prabowo,” ucap dia.

Berdasarkan survei terbaru Internasional Ipsos Public Affairs, elektabilitas Prabowo-Gibran makin meningkat. Dibandingkan data survei akhir November, Prabowo – Gibran kembali mengalami kenaikan dari 42,66 persen ke 48,05 persen.

Sementara Anies-Muhaimin cenderung stagnan dari 22,13 menjadi 21,80 persen, dan Ganjar-Mahfud dari 22,95 turun menjadi 18,35 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan menurun tipis dari 12,26 turun ke 11,80 persen.

Survei menjangkau jumlah responden sebanyak 2.000 orang dengan kriteria berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Pola pengambilan data dengan multistage random sampling, metode wawancara tatap muka menggunakan aplikasi Ipsos Ifield Computer-Assisted Personal Interviews (CAPI). Margin of error sebesar ±2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Kalau survei kami Prabowo sudah unggul, sehingga ketika Khofifah bergabung akan mempertebal keunggulan Prabowo di Jawa Timur,” ucap dia.

Merepotkan PKB di Kubu AMIN

Terlepas dari potensi di atas, Ahmad Khoirul Umam menilai dukungan Khofifah kepada Prabowo-Gibran akan merepotkan mesin politik PKB di kubu AMIN. Di mana saat ini mereka menggantungkan mesin politiknya pada jaringan pesantren dan nahdliyin.

“Tekanan terhadap mesin politik PKB di basis NU juga semakin kuat, ketika elite pengurus PBNU sendiri dirasa tidak sejalan dengan kepentingan politik pencawapresan Cak Imin,” ujar Umam yang juga Dosen Ilmu Politik dan International Studies, Universitas Paramadina.

Dia menuturkan, saat ini basis elektabilitas Prabowo-Gibran di Jawa Timur memang relatif cukup kompetitif. Hal ini karena ditopang oleh mesin politik yang kuat di Jatim, di mana Gerindra, Demokrat, Golkar merupakan aktor-aktor kuat di wilayah tersebut.

Sementara itu, mesin politik Gerindra Jatim sendiri lebih banyak dijalankan oleh jaringan mantan politikus PKB yang dulu memisahkan diri (mufaroqoh) ketika terjadi konflik internal di PKB. Karena itu, bisa dipahami mengapa cukup banyak pesantren di wilayah Tapal Kuda, Mataraman dan Arek yang saat ini mendukung Prabowo-Gibran.

Di sisi lain, dua mesin politik yang selama ini mendominasi Jatim, yakni PDIP dan PKB sebagai representasi kekuatan politik abangan dan santri, saat ini terpecah di dua gerbong koalisi yang berbeda. Namun demikian, konstelasi politik Jawa Timur masih dinamis. Momentum 1,5 bulan ke depan bisa dimanfaatkan oleh masing-masing capres untuk mengkonsolidasikan kekuatan politiknya.

“Mengingat Jatim adalah battle field terbuka dalam pilpres, maka jika ada paslon bisa menggabungkan mayoritas jaringan politik nasionalis dan politik santri di Jatim, besar kemungkinan paslon itu akan memenangkan kontestasi pilpres di tingkat nasional,” kata Umam.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Politik
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz