Menuju konten utama

Penyidik KPK Masih Intensif Periksa Menas Erwin

Menas Erwin ditangkap terkait dengan dugaan kasus suap pengurusan perkara di MA yang turut melibatkan Hasbi Hasan.

Penyidik KPK Masih Intensif Periksa Menas Erwin
Direktur Utama PT Wahana Adyawarna, Menas Erwin Djohansyah, saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, usai ditangkap terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan, Rabu (24/9/2025). tirto.id/Auliya Umayna

tirto.id - Direktur Utama PT Wahana Adyawarna, Menas Erwin Djohansyah, masih menjalani pemeriksaan secara intensif usai ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu (24/9/2025) malam.

Menas ditangkap terkait dengan dugaan kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang turut melibatkan mantan Sekretaris MA, Hasbi Hasan.

"Pasca dilakukan upaya penangkapan yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/9/2025).

Budi mengatakan pihaknya akan segera menggelar konferensi pers guna menjelaskan kronologi penangkapan dan peran Menas dalam perkara ini.

Diketahui, Menas langsung diangkut ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025) malam. Dia dibawa oleh penyidik dan langsung diperiksa.

Berdasarkan pemantauan Tirto, Menas tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekira pukul 20.41 WIB. Menas terlihat mengenakan jaket berwarna biru, celana hitam, dan terlihat mengenakan masker dan sendal jepit.

Kemudian, saat namanya dipanggil, Menas menoleh ke arah wartawan dan mengacungkan jempol. Tangannya, terlihat lenggang tanpa diborgol.

Sementara itu, Budi mengatakan bahwa penangkapan ini dilakukan karena Menas telah dua kali mangkir dari panggilan penyidik. Budi juga mengatakan, Menas ditangkap di wilayah BSD Tangerang Selatan.

"Penangkapan dilakukan, mengingat yang bersangkutan sudah dua kali tidak hadir dalam pemanggilan pemeriksaan tanpa alasan. Penangkapan dilakukan oleh tim di wilayah BSD," kata Budi.

Baca juga artikel terkait KORUPSI atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto