Menuju konten utama

Penyaluran Gaji ASN Lewat Bank Syariah Tembus Rp1,46 Triliun

Hal ini turut berkontribusi pada pencapaian aset perbankan syariah yang kini telah mencapai angka Rp1.028 triliun.

Penyaluran Gaji ASN Lewat Bank Syariah Tembus Rp1,46 Triliun
Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, dalam acara Forum Jurnalis Jagoan di Jakarta, Rabu (4/3/2026). tirto.id/Nanda

tirto.id - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mencatat kinerja positif industri keuangan syariah, terutama didorong oleh peningkatan penyaluran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui bank syariah.

Hal ini turut berkontribusi pada pencapaian aset perbankan syariah yang kini telah mencapai angka Rp1.028 triliun.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran gaji ASN pusat melalui bank syariah per Desember 2025 mencapai Rp1,46 triliun. Angka ini setara dengan 13,61 persen dari total penyaluran gaji ASN pusat, meningkat dibandingkan posisi September 2025 yang sebesar 12,38 persen atau Rp1,37 triliun.

"Jadi aset perbankan syariah itu sekarang sudah di atas Rp1.000 triliun. Salah satunya juga didorong, alhamdulillah, penyaluran gaji ASN bank syariah ini juga makin meningkat," ujar Sutan dalam acara Forum Jurnalis Jagoan di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Lebih lanjut, Sutan memaparkan pertumbuhan sektor keuangan syariah secara keseluruhan sangat baik. Total aset keuangan syariah nasional tumbuh 23,2 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan keuangan nasional yang hanya 13,3 persen.

Dengan pertumbuhan tersebut, pangsa pasar keuangan syariah kini mencapai 30,3 persen. Angka ini meningkat 2,5 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 27,8 persen.

"Ini kinerja tahunan yang kuat," ucapnya.

Jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai Rp12.561 triliun, rasio keuangan syariah terhadap PDB saat ini berada di kisaran 54 persen.

Selain perbankan, pasar modal syariah juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Per November 2025, total aset pasar modal syariah tumbuh 38,01 persen secara tahunan (yoy), dari Rp8.549,74 triliun menjadi Rp11.799 triliun.

Pangsa pasarnya pun meningkat menjadi 47,07 persen, didorong oleh peningkatan kapitalisasi saham syariah yang mencapai Rp9.981,86 triliun.

"Pertumbuhan ini tercatat 3,8 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pasar modal konvensional yang tumbuh hanya sebesar 9,97 persen," jelas Sutan.

Meski kinerja menunjukkan tren positif, Sutan menyoroti tantangan ke depan, terutama dengan diterbitkannya POJK No. 8 Tahun 2025 yang memperketat kriteria Daftar Efek Syariah (DES). Aturan ini bertujuan memperkuat integritas pasar, namun berisiko mengurangi jumlah emiten syariah.

"Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas lembaga (OJK, BEI, KNEKS) untuk mendampingi emiten agar tetap patuh dan menjaga keberlanjutan pasar modal syariah," ucapnya.

Baca juga artikel terkait BANK SYARIAH atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto