Menuju konten utama

BSI Luncurkan Tabungan Umrah, Bidik Nasabah Milenial dan Gen Z

BSI Tabungan Umrah resmi diluncurkan, bidik pasar generasi milenial dan Z yang merencanakan perjalanan spiritual sejak dini.

BSI Luncurkan Tabungan Umrah, Bidik Nasabah Milenial dan Gen Z
Acara Launching BSI Tabungan Umrah, di Menara BSI, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk resmi meluncurkan tabungan umrah dengan target pasar generasi milenial dan Z yang merencanakan perjalanan spiritual sejak dini.

Produk bernama BSI Tabungan Umrah ini juga diluncurkan untuk menangkap peluang di balik jumlah penduduk muslim di Tanah Air yang mencapai 246 juta jiwa. Apalagi, kini umrah merupakan bagian dari gaya hidup (lifestyle) halal, tidak lagi sekadar ibadah musiman.

“Umur 25 tahun kurang lebih, yaorang baru mulai nikah, sekalian pergi berangkat ke sana—, sampai umur kira-kira mungkin 45-50 tahun, rasanya itu segmen yang paling gemuk untuk umrah. Orang masih segar, masih kerja, masih punya penghasilan yang bagus,” ujar Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna dalam acara Launching BSI Tabungan Umrah, di Menara BSI, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Lebih lanjut Anton menjelaskan, dengan BSI Tabungan Umrah nasabah bisa menabung, membeli paket umrah, hingga bertransaksi di Tanah Suci menggunakan BSI Debit Mabrur. Produk BSI Tabungan Umrah bisa dimanfaatkan calon jemaah yang memiliki keterbatasan finansial maupun membutuhkan kesiapan perencanaan yang lebih matang.

Sebab, BSI berpotensi memberikan pembiayaan kepada nasabah tabungan umrah.

“Saya kira kita bisa berikan beberapa fasilitas karena dia tidak dilarang untuk dikasih pembiayaan misalnya, atau skema-skema lain termasuk salah satunya adalah membiasakan sejak dini masyarakat Indonesia untuk punya rencana pergi umrah. Sebagai bagian dari rencana dia untuk pergi haji, dalam bentuk membangun kemampuan finansial dengan menabung dengan tujuan khusus,” terang Anton.

Sementara itu, BSI Tabungan Umrah dapat dibuka dengan setoran awal Rp100 ribu untuk mata uang rupiah dan 10 dolar Amerika Serikat (AS) untuk valuta asing. Kata Anton, tabungan ini membebaskan nasabah dari biaya administrasi bulanan, dengan saldo minimum sebesar Rp50 ribu untuk mata uang rupiah dan 10 dolar AS untuk valuta asing.

Selain itu, kendati BSI Tabungan Umrah merupakan rekening khusus, namun nasabah tetap bisa melakukan transaksi harian menggunakan rekening ini.

“BSI sudah punya platformnya baik di Beyond, ya, maupun secara offline di cabang-cabang kami di seluruh Indonesia. Tabungan haji, tabungan umroh, sekarang kita jadikan sebagai dua produk utama ya, di samping produk-produk lainnya, yang kita dorong dan kita literasikan kepada masyarakat,” tambah dia.

Sementara itu, pada tahap awal BSI menargetkan Tabungan Umrah dapat menarik lebih dari satu juta nasabah dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana murah perseroan.

“Saya yakin dengan promosi, literasi, dengan komunikasi yang intensif ke masyarakat maka akan ada peningkatan orang untuk kemudian apa namanya berminat berangkat haji. Nah, setelah ada minat itu maka kemudian ada call to actionnya. Nah call to actionnya itu yang kita akan kemudian buat dengan teman-teman di semua ekosistem penyelenggara umrah,” tukas Anton.

Sebagai informasi, hingga Desember 2025, dana pihak ketiga (DPK) BSI tumbuh 16,20 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp380 triliun, dengan porsi dana murah (CASA) mencapai 61,62 persen atau Rp234 triliun. Pertumbuhan tabungan tercatat sebesar 15,72 persen (yoy) menjadi Rp162,63 triliun.

Baca juga artikel terkait BSI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana