tirto.id - Bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kian berkilau usai peluncuran layanan bullion bank (bank emas) oleh pemerintah pada 26 Februari 2025.
Hingga September 2025, bisnis emas bank bersandi BRIS tersebut telah mencapai Rp18,76 triliun, melejit 72,82 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Secara terperinci, produk Cicil Emas mengalami pertumbuhan 106,36 persen yoy menjadi Rp10,32 triliun; sementara Gadai Emas melesat 44,1 persen yoy mencapai Rp8,44 triliun dengan pertumbuhan 44,1 persen yoy.
“BSI masih menjadikan emas sebagai produk unggulan,” ujar Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho dalam paparan kinerja Kuartal III-2025 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (29/10/2025).
Selain pembiayaan emas, BSI juga mencatatkan pertumbuhan positif pada Tabungan Emas. Saldo kelolaan produk ini telah mencapai 1,15 ton, dengan volume penjualan 1,69 ton dan jumlah CIF rekening emas yang telah mencapai 200 ribu.
Dampak positif dari melesatnya pembiayaan emas ini turut mendongkrak kinerja pembiayaan konsumer BSI secara keseluruhan, yang naik 15,02 persen dengan outstanding sebesar Rp167,62 triliun.
Peningkatan bisnis emas BSI ini, sambungnya, juga didorong oleh perubahan pola investasi masyarakat. Ade menjelaskan, saat ini masyarakat berbondong-bondong berinvestasi pada logam mulia tersebut.
“Jika dilihat dari tahun 2024 ke 2025, terjadi peningkatan signifikan investasi emas oleh masyarakat dari 28,72 persen menjadi 34,02 persen. Itu shifting dari non-emas ke emas,” ujarnya.
Pertumbuhan bisnis ini ditopang oleh posisi BSI sebagai entitas yang unik. BSI merupakan satu-satunya bank yang memiliki dua lisensi penting, yaitu bank syariah dan bank emas.
“Pertumbuhan bisnis tersebut dilengkapi dengan new engine of growth yang berasal dari lisensi unik bank emas sebagai recruiter dan new source of income bagi BSI,” tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































