Menuju konten utama

Pengertian Yaumul Baats, Dalil, dan Tanda-Tandanya

Yaumul baats merupakan fase pertama dalam rangkaian kehidupan setelah kematian dalam Islam. Lalu, apa saja dalilnya?

Pengertian Yaumul Baats, Dalil, dan Tanda-Tandanya
Ilustrasi Islam. foto/Istockphoto

tirto.id - Awal dan akhir kehidupan makhluk hidup di muka bumi merupakan hal yang pasti terjadi menurut ajaran Islam. Setelah kiamat terjadi, semua manusia menghadapi yaumul baats. Lalu, apa itu yaumul baats dan tanda-tandanya?

Yaumul baats artinya hari kebangkitan. Maknanya yaitu waktu dihidupkannya semua makhluk yang sudah meninggal, termasuk manusia, setelah mereka mati dan menjalani kehidupan di alam barzakh.

Yaumul baats merupakan fase pertama kehidupan setelah kematian makhluk hidup atau disebut fase kiamat. Kedatangan fase ini adalah keniscayaan yang dikuatkan dengan berbagai firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Al Quran. Meyakini adanya kehidupan setelah kematian termasuk bagian dari keimanan umat Islam.

Apa Tanda-Tanda Yaumul Baats?

Saat kiamat terjadi, semua makhluk Allah akan musnah. Tidak ada kehidupan makhluk setelah itu, termasuk malaikat dan iblis. Kiamat muncul usai malaikat Israfil membunyikan terompet atau sangkakala untuk kali pertama.

Ketika yaumul baats dikehendaki Allah subhanahu wa ta'ala, malaikat Israfil dibangkitkan dan meniup sangkakala atas perintah-Nya untuk kali kedua. Begitu ditiup, semua ruh yang telah dicabut akan kembali masuk ke jasadnya. Manusia pun akan bangkit dan berdiri menghadap Allah dengan keadaan tanpa alas kaki, telanjang, dan belum dikhitan.

Di waktu inilah setiap jiwa akan segera mendapatkan balasan atas segala amalan yang sudah dilakukannya di dunia. Setiap amal yang dikerjakan tidak akan disia-siakan dan mesti dipertanggungjawabkan. Jiwa yang lebih banyak kebaikannya akan beruntung di akhirat.

Dalil tentang Yaumul Baats

Landasan untuk meyakini hari kebangkitan disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis. Umat Islam diberikan kabar mengenai berbagai hal tentang yaumul baats, termasuk hal-hal yang terjadi di masa itu. Berikut berbagai dalil naqli yaumul baats dari Al-Qur'an dan hadis sahih:

A. Al Quran

Berikut beberapa dalil naqli yaumul baats dalam Al-Qur'an.

1. Surat At-Taghabun ayat 7

"Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. At-Taghabun: 7)

2. At-Taghabun ayat 9

“(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari ditampakkan kesalahan-kesalahan.” (QS. At-Taghabun: 9).

3. Fushshilat ayat 39

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat: 39)

4. Surat Yasin ayat 79

“Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Rabb yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk'.” (QS. Yasin: 79)

5. Surat Al-Anbiya ayat 104

"Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya." (QS. Al Anbiya’:104)

6. Surat Ar-Rum ayat 56

“Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Ar-Rum: 56).

7. Surat Az-Zumar ayat 68

"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (QS. Az Zumar: 68)

8. Surat Mu’minun ayat 15-16

"Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat." (QS. Mu’minun:15-16)

9. Surat Yasin ayat 51-52

"Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: 'Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?' Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya)." (QS. Yasin:51-52)

10. Surat Al An’am ayat 36

"Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNya-lah mereka dikembalikan." (Al An’am:36)

B. Hadis

Berikut beberapa dalil tentang yaumul baats yang ada di dalam hadis Rasulullah saw.

1. Hadis riwayat Abu Hurairah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Jarak antara kedua tiupan empat puluh.” Abu Hurairah bertanya, “(Apakah) empat puluh hari.” Beliau menjawab, “Aku belum bisa memastikan.”

2. Hadis riwayat Abu Hurairah

Abu Hurairah bertanya, “(Apakah) empat puluh bulan.” Beliau menjawab, “Aku belum bisa memastikan.” Abu Hurairah bertanya, “(Apakah) empat puluh tahun.” Beliau menjawab, “Aku belum bisa memastikan.”

3. Hadis riwayat Bukhari

Beliau bersabda, “Kemudian Allah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mereka pun tumbuh sebagaimana tumbuhnya tanaman. Tidak ada sesuatu pun dari jasad manusia kecuali telah hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang ekornya, dan dari sanalah manusia tersusun kembali pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari nomor 4935 dan Muslim nomor 2955)

Apa Hubungan Antara Yaumul Yaumul Baats dan Mahsyar?

Yaumul baats dan mahsyar saling berkaitan. Keduanya adalah tahapan proses yang tidak dipisahkan.

Yaumul baats merupakan proses awal pengadilan Allah. Semua makhluk Allah akan dibangkitkan kala itu. Setiap manusia akan dibangkitkan dari kuburnya menyesuaikan keadaan terakhir saat ia meninggal, seperti dalam kadar ketakwaan dan keimanan yang tinggi atau justru sedang bermaksiat hingga kufur.

Pada waktu dibangkitkan, semua manusia dalam keadaan penampilan fisik yang sama yaitu tidak memakai alas kaki, telanjang bulat, dan tidak berkhitan. Hal ini sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam:

“Manusia kelak pada hari kiamat akan dihimpun dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang bulat dan tidak berkhitan’. Maka aku penasaran, lalu bertanya: ‘Wahai Rasulullah, laki dan perempuan semuanya akan dihimpun bersamaan, nanti mereka akan saling melihat satu sama lain? Namun beliau menjelaskan: 'Wahai Aisyah! Perkaranya lebih besar dari hanya sekedar melihat pada aurat satu sama lainnya.'” (HR Bukhari no: 6527, Muslim no: 2859)

Setelah dibangkitkan, semua manusia dikumpulkan ke padang mahsyar untuk menjalani pengadilan Allah. Kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan di dunia akan ditimbang. Dalam perjalanan menuju mahsyar, setiap orang juga akan melaluinya dengan cara berbeda-beda.

Sebuah hadis menyebutkan, manusia dikumpulkan ada yang berjalan kaki, naik kendaraan, dan berjalan memakai wajah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Kelak manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat terbagi menjadi tiga golongan; golongan yang berjalan kaki, naik kendaraan dan golongan yang berjalan menggunakan wajah-wajahnya”. Maka ditanyakan oleh para sahabat: ‘Ya Rasulallah, bagaimana mereka (bisa) berjalan dengan wajahnya? Berkata salah seorang perawi yang bernama Affan: -Mereka berjalan-. Kemudian Nabi menjawab: “Sesungguhnya Dzat yang menjadikan mereka bisa berjalan menggunakan kakinya, adalah Maha Mampu untuk menjadikan mereka berjalan dengan menggunakan wajahnya. Adapun mereka, sesungguhnya sangat berhati-hati ketika berjalan dengan wajahnya dari tiap duri dan tanah”. (HR Ahmad 14/289 no: 8647)

Ketika semua sudah berada di padang mahsyar, situasi cukup berat bagi manusia. Matahari didekatkan hingga jaraknya tinggal 1 mil di atas mereka. Semua berkeringat hingga air dari kulit itu akan menenggelamkan setiap mereka sesuai dengan kadar amalan masing-masing di dunia.

Di padang mahsyar inilah semua amalan manusia mendapatkan perhitungan atau hisab. Timbangan akan dihadirkan dan lembaran-lembaran catatan alam, dihitung dengan teliti serta adil. Satu hari di sana setara 50 ribu tahun di dunia.

Apa Saja Fase-Fase Hari Kiamat?

Fase kiamat atau hari akhir adalah fase terakhir dari kehidupan manusia setelah mati. Manusia segera menjalani kehidupan abadi yang dimulai dengan mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya di dunia. Fase kiamat terbagi atas beberapa sub-fase yaitu:

  1. Yaumul Ba'ats yaitu hari dibangkitkannya semua manusia yang meninggal dari kuburnya .
  2. Yaumul hasyr atau yaumul mahsyar yaitu hari dikumpulkannya manusia dikumpulkan di tempat yang luas bernama padang mahsyar
  3. Yaumul hisab yaitu hari perhitungan amal manusia yang dihitung dengan lengkap, teliti, dan adil.
  4. Yaumul mizan yaitu hari penimbangan amal baik dan buruk manusia selama menjalani hidup di dunia.
  5. Yaumul jaza yaitu fase terakhir dengan menempatkan manusia ke surga atau neraka sesuai hasil dari penimbangan amal.

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Fadli Nasrudin