Menuju konten utama

Apa Tugas Malaikat Israfil dan Dalilnya dalam Al Quran?

Tugas malaikat Israfil tuntas seiring datangnya kiamat dan hari kebangkitan. Apa yang dilakukan malaikat Israfil saat ini? Temukan jawabannya di sini.

Apa Tugas Malaikat Israfil dan Dalilnya dalam Al Quran?
Ilustrasi kiamat. Meniup sangkakala adalah tugas malaikat Israfil sebagai penanda hari kiamat. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Semua malaikat Allah subhanahu wa ta'ala harus diimani setiap umat Islam, tidak terkecuali Israfil. Apa tugas malaikat Israfil yang diamanahkan kepadanya?

Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya. Malaikat selalu patuh pada Allah, tidak berjenis kelamin, dan senantiasa beribadah.

Setiap malaikat memiliki tugasnya masing-masing. Contohnya tugas mengatur hujan dan pepohonan diamanahkan pada malaikat Mikail. Adapun malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Nabi.

Apa Tugas Malaikat Israfil?

Malaikat yang disebutkan namanya dalam Al-Quran, salah satunya adalah malaikat Israfil. Meniup sangkakala adalah tugas malaikat Israfil ini. Setelah terdengar suara sangkakala tersebut, artinya Hari Kiamat telah tiba.

Pada hari kiamat, malaikat Israfil meniup sangkakala sebanyak dua kali. Sangkakala pertama membuat semua makhluk yang ada di alam semesta musnah, kecuali yang dikehendaki Allah.

Selanjutnya, malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala kedua yang menjadi tanda kebangkitan semua makhluk. Mereka akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk diminta pertanggungjawaban atas semua perilakunya di dunia.

Jika tugas malaikat Israfil adalah meniup sangkakala, lalu apa yang dilakukannya sebelum hari kiamat tiba?

Nabi Muhammad ﷺ pernah membahas hal ini melalui sabdanya dalam sebuah hadis:

“Bagaimana aku dapat bersenang senang sedangkan malaikat yang ditugaskan meniup sangkakala telah meletakkan sangkakala pada mulutnya dan mengernyitkan dahinya siap melakukan tiupan sambil menunggu perintah." Sahabat yang hadir berkata: 'Wahai Rasulullah, apa yg harus kami ucapkan?' Rasulullah bersabda: "Ucapkanlah: hasbunalloh wani’mal wakiil, ‘alallahi tawakkalnaa." (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)

Ada pula hadis selanjutnya yang membahas permasalahan serupa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

"Sesungguhnya pandangan malaikat peniup sangkakala telah bersiap sejak dia diperintahkan, dia selalu memandang ke arah arsy karena khawatir dia diperintahkan ketika matanya berkedip. Kedua matanya seperti bintang berkilau. (HR. Hakim 8676 dan dishahihkan al-Albani dalam Silsilah as-Shahihah, 1078).

Hadis tersebut menjelaskan bahwas saat ini, malaikat peniup sangkakala sudah meletakkan sangkakala di mulutnya. Ia sangat serius memperhatikan ke arah Arsy dan bersiap meniupnya bisa sewaktu-waktu diperintahkan.

Malaikat Israfil tinggal menunggu perintah Allah kapan Hari Kiamat ditetapkan. Sebab, tidak ada makhluk di semesta ini yang mengetahui kapan Hari Kiamat kecuali Allah subhanahu wata'ala.

Al Mubarokfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (7/100) menjelaskan tentang hadis malaikat peniup sangkakala tersebut dengan berkata:

"Yang zahir bahwa malaikat ini meletakkan terompet di mulutnya dan selalu siaga mendengar perintah, sifatnya adalah hakiki. Ini merupakan ibadah baginya, bahkan dia dibebani dengan tugas ini."

Dalil Tentang Malaikat Israfil

Dalil mengenai keberadaan malaikat Israfil disebutkan dalam surah Az-Zumar ayat 68. Allah berfirman pada ayat tersebut:

"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu [putusannya masing-masing]," (QS. Az-Zumar [39]: 68).

Ayat ini menjelaskan tentang kejadian saat hari kiamat tiba. Tiupan sangkakala akan mematikan siapa pun di langit dan bumi kecuali yang dikehandaki Allah. Tiupan kedua akan membangkitkan mereka kembali untuk mempertanggungjawabkan seluruh amalan di dunia.

Tiupan Sangkakala Berapa Kali?

Ada pendapat lain bahwa sangkakala akan ditiup hingga tiga kali saat hari kiamat tiba. Pendapat ini datang dari ulama Ibnul 'Arabi, Ibnu Taimiyyah, dan Asy-Syaukani.

Tiga jenis tiupan sangkakala tersebut dirinci sebagai berikut:

1. Tiupan nafkhotul faza'

Tiupan pertama sangkakala akan membuat kaget dan panik seluruh makhluk Allah. Sejak tiupan ini berlangsung, keadaan alam dunia mengalami perubahan dan kerusakan.

Dalil tiupan pertama yaitu firman Allah:

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ

“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (QS. An-Naml: 87)

2. Tiupan nafkhotu ash sha'qi

Ini adalah tiupan kedua sangkakala yang membuat seluruh makhluk hidup mati. Dalil adanya tiupan sangkakala kedua yaitu firman Allah:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68)

3. Tiupan nafkhotul ba'tsi wan nusyuur

Pada tiupan sangkakala, semua makhluk hidup yang sudah mati akan bangkit kembeli. Mereka akan mempertanggungjawabkan seluruh amalannya di dunia.

Dalil adanya tiupan sangkakala kedua yaitu firman Allah pada surah Az-Zumar ayat 68 yang sudah disebutkan pada poin kedua, ditambah ayat berikut:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ

“Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (QS. Yasin: 51)

Di sisi lain, pendapat mengenai sangkakala ditiup dua kali datang dari Ibnu ‘Abbas, Al-Hasan Al-Bashri, Qatadah, Al-Qurthubi, dan Ibnu Hajar. Tiupan pertama membuat semua makhluk terkejut lalu mati.

Lantas, tiupan kedua dan ketiga pada pendapat pertama, akan dilakukan dalam sekali waktu yang tidak terpisah. Tiupan ini menandai musnahnya alam lalu dibangkitkannya makhluk Allah, berdasarkan firman berikut:

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ

“(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam. Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan ke dua.” (QS. An-Nazi’at: 6-7)

Adanya perbedaan pendapat mengenai jumlah tiupan sangkakala bukan untuk dipertentangkan. Hal ini untuk menambah wawasan keilmuan Islam yang ada.

Baca juga artikel terkait IMAN KEPADA MALAIKAT atau tulisan lainnya dari Abdul Hadi

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar & Ilham Choirul Anwar