Menuju konten utama

Penelitian: Pakai Parfum Bisa Meningkatkan Kebahagiaan

Benarkah parfum dapat meningkatkan kebahagiaan? Simak penjelasan ilmiahnya di sini, lengkap dengan tips dan rekomendasi parfum lokal yang layak dicoba.

Penelitian: Pakai Parfum Bisa Meningkatkan Kebahagiaan
Ilustrasi Parfum. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Parfum termasuk pelengkap penampilan yang bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Namun, parfum ternyata memiliki peran yang lebih besar karena bisa berdampak pada sisi emosional pemakainya.

Parfum merupakan produk yang digunakan pada tubuh atau pakaian untuk memberikan aroma wangi. Parfum biasanya juga dipakai untuk menyamarkan bau tidak sedap seperti bau badan/keringat maupun bau pakaian yang apak.

Lebih dari sekadar pewangi, parfum juga berpengaruh pada psikologis seseorang. Orang yang memakai parfum bisa menjadi lebih percaya diri, bahkan bisa meningkatkan suasana hati dan dan menciptakan kesan positif dalam aktivitas sehari-hari.

Fenomena ini ternyata bukan sekadar sugesti dan telah menjadi subjek yang ditelusuri oleh para ahli psikologi dan neurosains. Berbagai penelitian mulai mengungkap kaitan erat antara penggunaan wewangian dengan stimulasi hormon kebahagiaan.

Di sini kita akan membedah bagaimana sebuah semprotan parfum bisa mengubah mood, tips memilih parfum, serta rekomendasi produk lokal dengan wewangian berbeda.

Benarkah Parfum Bisa Meningkatkan Kebahagiaan?

Ilustrasi perempuan memakai body mist

Ilustrasi Parfum. FOTO/iStockphoto

Kita mungkin pernah merasa senang atau sekadar tersenyum ketika menghirup aroma kopi di pagi hari. Kita mungkin juga pernah merasakan mood yang membaik saat mencium harumnya bunga atau wangi hujan (petrichor).

Penciuman menjadi salah satu indra manusia yang cukup misterius, dan anehnya bisa mengubah suasana hati seseorang. Tak hanya aroma yang biasa kita hirup sehari-hari, wangi parfum pun bisa meningkatkan mood.

Jadi, memang benar bahwa parfum dapat membuat seseorang lebih bahagia. Hal ini berkaitan erat dengan indra penciuman yang terhubung langsung dengan bagian otak yang mengatur emosi dan suasana hati.

Saat mencium aroma yang disukai, otak akan merespons dengan perasaan nyaman dan senang sehingga emosi menjadi lebih positif. Hal ini juga yang terjadi ketika menggunakan produk-produk aromaterapi yang membantu meredakan rasa stres.

Tak hanya itu, studi juga menemukan bahwa aroma tertentu diketahui mampu merangsang pelepasan hormon seperti dopamin dan serotonin yang berperan dalam menciptakan rasa bahagia dan rileks.

Penelitian tentang Hubungan Aroma dan Kebahagiaan

Ilustrasi Parfum Pria

Ilustrasi Parfum. foto/istockphoto

Dalam beberapa dekade terakhir, ilmu psikologi dan neurosains semakin tertarik pada hubungan antara indra penciuman dan emosi manusia. Berbagai studi menunjukkan bahwa aroma tidak hanya sekadar sensasi fisik, tapi juga memengaruhi mood dan kesejahteraan emosional.

Penelitian yang dipublikasikan dalam database PubMed Central menunjukkan bahwa aroma tertentu, misalnya lavender dan bergamot, menghasilkan perubahan pada kondisi mood seseorang. Hal ini mengindikasikan bahwa wewangian bisa memodifikasi mood melalui jalur neurologis tertentu.

Selain itu, riset bertajuk Literature Review: Terapi Komplementer Aromaterapi Lavender untuk Mengurangi Rasa Cemas Pada Ibu Hamil Trimester III yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Republik Indonesia (JKRI) menunjukkan bahwa aromaterapi lavender memiliki efek menenangkan dan menurunkan kecemasan.

Hal ini dikarenakan adanya interaksi aroma dengan sistem saraf pusat. Efek tersebut berkaitan dengan penghambatan hormon stres dan peningkatan keseimbangan emosional sehingga secara tidak langsung berkontribusi terhadap rasa nyaman dan kebahagiaan.

Cara Indra Penciuman Memengaruhi Emosi dan Mood

Kaitan antara indra penciuman dengan emosi maupun mood dijelaskan dalam sebuah artikel ilmiah berjudul Olfaction and Emotion: A Neurobiological Perspective on Sensory-Emotional karya Liran Yang.

Menurut penelitian tersebut, proses penciuman memiliki jalur yang sangat khas dibandingkan indra lain sehingga aroma, termasuk wangi parfum, dapat memengaruhi mood dengan cepat dan kuat.

Ketika seseorang mencium aroma, molekul bau masuk ke rongga hidung dan berikatan dengan reseptor pada epitel olfaktori. Sinyal ini kemudian diteruskan ke bulbus olfaktorius dan langsung diproyeksikan ke sistem limbik, khususnya amigdala dan hipokampus, yaitu area otak yang berperan besar dalam pengaturan emosi dan memori.

Berbeda dengan penglihatan atau pendengaran yang harus melewati jalur pemrosesan lebih panjang, penciuman memiliki “jalur cepat” ke pusat emosi sehingga respons emosional bisa muncul dengan sangat cepat.

Hubungan langsung antara penciuman dan sistem limbik juga menjelaskan mengapa aroma sering memicu perasaan tertentu. Amigdala berperan dalam pembentukan dan intensitas emosi (seperti senang atau cemas), sementara hipokampus berkaitan dengan memori.

Ketika aroma tertentu tercium, otak tidak hanya mengenali baunya, tapi juga menghubungkannya dengan pengalaman emosional masa lalu.

Fenomena ini dikenal sebagai Proust effect, yaitu kondisi ketika bau tertentu memunculkan ingatan yang sangat hidup, lengkap dengan emosi yang menyertainya.

Akibatnya, satu aroma bisa membuat seseorang merasa rileks, bahagia, atau justru sedih, tergantung pengalaman personal yang tersimpan di memori.

Secara fisiologis, aroma juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan respons stres. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi emosional seseorang, termasuk tingkat stres dan hormon seperti kortisol, dapat memengaruhi cara otak merespons bau yang menyenangkan.

Saat stres meningkat, respons otak terhadap aroma positif cenderung menurun, sedangkan pada kondisi emosional yang lebih stabil, aroma menyenangkan dapat memperkuat perasaan nyaman atau bahagia.

Secara keseluruhan, penciuman memengaruhi mood melalui kombinasi jalur saraf yang langsung, keterkaitan erat dengan memori emosional, serta interaksi kompleks antararea otak dan sistem hormonal.

Mengapa Aroma Tertentu Membuat Perasaan Lebih Positif

Penelitian di bidang neurosains menunjukkan bahwa aroma tertentu bisa memengaruhi mood, misalnya aroma citrus, lavender, atau bergamot. Hal ini berkaitan dengan modulasi neurotransmitter dan respons sistem limbik di otak.

Dikutip dari laman ScienceDirect, sebuah studi menunjukkan bahwa minyak lemon memiliki efek anti stres dan memodulasi aktivitas serotonin dan dopamin, dua neurotransmitter yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan.

Penelitian ini pun membuktikan bagaimana aroma citrus dapat meningkatkan mood dan mengurangi perilaku anhedonia (kurangnya respons terhadap hal yang menyenangkan).

Bukti bahwa aroma tertentu bisa memengaruhi mood juga dibuktikan dalam jurnal penelitian Influence of Fragrances on Human Psychophysiological Activity: With Special Reference to Human Electroencephalographic Response.

Peneliti menggunakan alat electroencephalograph (EEG) untuk melihat aktivitas listrik otak saat menghirup wewangian. Hasilnya, inhalasi aroma lavender dan jasmine meningkatkan aktivitas gelombang beta di otak yang berkaitan dengan perasaan well-being (bahagia, sejahtera).

Ada juga beberapa aroma lain yang diketahui bisa meningkatkan relaksasi dan pengurangan stres sehingga perasaan jadi lebih positif, termasuk aroma bergamot.

Dari seluruh penelitian, aroma tertentu memang terbukti membuat perasaan lebih positif. Penyebabnya, stimulasi aroma tersebut memicu perubahan aktivitas listrik otak dan dapat memengaruhi pelepasan zat kimia otak seperti serotonin dan dopamin.

Efek Psikologis Menggunakan Parfum dalam Aktivitas Sehari-hari

Parfum perempuan wangi tahan lama

Ilustrasi Parfum. foto/istockphoto

Menggunakan parfum dalam aktivitas sehari-hari tidak hanya berfungsi sebagai pewangi tubuh, tapi juga memberi dampak psikologis. Berikut beberapa efek psikologis yang didapat dari penggunaan parfum:

  • Rasa Nyaman, Bersih, dan Segar
Aroma yang menyenangkan dapat membantu menciptakan rasa nyaman sehingga seseorang merasa lebih siap menghadapi berbagai kegiatan. Ketika tubuh tercium harum, muncul sensasi bersih dan segar yang secara tidak langsung memengaruhi suasana hati menjadi lebih positif dan stabil.

  • Meningkatkan Kepercayaan Diri
Parfum juga berperan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri. Aroma yang disukai dapat membuat seseorang merasa lebih menarik dan yakin terhadap dirinya sendiri, terutama saat berinteraksi dengan orang lain.

Kepercayaan diri ini berpengaruh pada cara berbicara, bersikap, hingga mengambil keputusan. Hal inilah yang akhirnya membuat parfum sering dianggap sebagai bagian dari “ritual persiapan diri”, baik sebelum bekerja, bertemu klien, atau menghadiri acara penting.

  • Meningkatkan Mood
Parfum juga dapat membantu mengelola suasana hati sepanjang hari. Aroma tertentu mampu memberikan efek menenangkan ketika sedang stres. Efek relaksasi ini secara tidak langsung memunculkan perasaan positif yang membuat seseorang merasa lebih bahagia.

Apakah Efek Parfum Sama pada Setiap Orang?

Ilustrasi Memakai Parfum

Ilustrasi Parfum. FOTO/iStockphoto

Meskipun parfum memiliki efek psikologis yang umum, dampaknya tidak selalu sama pada setiap orang. Respons terhadap aroma sangat dipengaruhi oleh subjektivitas indra penciuman, preferensi pribadi, serta sensitivitas masing-masing individu.

Sebagai contoh, kita mungkin pernah mendengar ungkapan atau cerita tentang seseorang yang mudah pusing atau mabuk kendaraan hanya dengan mencium bau jeruk.

Hal ini menunjukkan bahwa aroma yang terasa segar dan menenangkan bagi sekelompok orang, bisa saja terasa biasa atau bahkan mengganggu bagi orang yang lain.

Pengalaman personal dan memori turut memainkan peran besar dalam cara seseorang merespons aroma parfum. Aroma tertentu dapat memicu kenangan menyenangkan dari masa lalu, seperti momen bersama keluarga atau pengalaman liburan, sehingga menimbulkan perasaan bahagia.

Sebaliknya, jika aroma tersebut pernah dikaitkan dengan pengalaman kurang menyenangkan, efek emosional yang muncul juga bisa berbeda, meskipun aromanya sama.

Selain itu, faktor seperti budaya, lingkungan, dan kondisi emosional saat menggunakan parfum juga bisa memengaruhi hasil akhirnya. Itulah sebabnya memilih parfum sebaiknya tidak hanya mengikuti tren, tapi juga mempertimbangkan kecocokan pribadi.

Tips Memilih Parfum yang Bisa Meningkatkan Mood

Perempuan memakai parfum dan skincare

Ilustrasi Parfum. foto/istockphoto

Parfum memang bisa memperbaiki mood dan membuat bahagia, tapi pemilihan aroma parfum juga harus diperhatikan. Berikut beberapa tips dalam memilih parfum agar siap beraktivitas seharian:

1. Pilih Aroma yang Disukai

Aroma yang disukai otak akan lebih mudah memicu perasaan nyaman dan positif. Saat mencium parfum favorit, tubuh cenderung merespons dengan emosi yang lebih stabil dan menyenangkan. Jangan memaksakan tren jika aromanya tidak membuatmu merasa nyaman.

2. Sesuaikan Aroma dengan Suasana dan Aktivitas

Parfum dengan aroma segar seperti citrus cocok digunakan saat pagi hari atau bekerja karena memberi efek lebih berenergi. Sementara aroma hangat seperti vanilla atau woody lebih pas untuk malam hari karena memberi rasa tenang. Menyesuaikan aroma dengan situasi membantu mood tetap seimbang sepanjang hari.

3. Hindari Aroma yang Terlalu Menyengat

Parfum dengan aroma yang terlalu kuat bisa memicu rasa tidak nyaman dan justru menurunkan mood. Untuk pemakaian sehari-hari, pilih aroma yang lembut dan seimbang. Parfum yang “nyaman” biasanya lebih efektif menjaga suasana hati tetap positif.

4. Pertimbangkan Cuaca dan Lingkungan

Suhu udara memengaruhi bagaimana molekul parfum menguap di udara. Aroma berat dan manis akan terasa menyesakkan di cuaca panas, sementara aroma segar akan terasa kurang "keluar" di cuaca dingin. Jadi, pemilihan waktu pakai parfum tak hanya disesuaikan dengan aktivitas, tapi juga kondisi lingkungan.

Rekomendasi Parfum Lokal

Ilustrasi Parfum

Ilustrasi Parfum. foto/istockphoto

Terdapat beberapa rekomendasi parfum lokal dengan wangi yang unik dan bisa membuat mood meningkat. Mulai dari parfum beraroma segar, calming, hingga bernuansa fruity, ini dia beberapa parfum yang layak dicoba:

1. HMNS Perfume - Alpha

HMNS Alpha hadir sebagai varian best seller yang dibuka dengan perpaduan top notes citrus dan grass yang segar dan bersih, lalu berkembang ke aroma cedarwood dan green tea essence pada middle hingga base notes.

Parfum ini menciptakan karakter wangi yang fresh, calming, dan menenangkan. Dengan performa tahan lama hingga 6 jam dan sillage medium hingga strong, parfum HMNS ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp320 ribuan (100 ml).

2. SAFF & Co. Extrait de Parfum - IRAI LEIMA

Parfum ini menghadirkan aroma aquatic yang dibuka dengan kesegaran udara laut melalui cassis bud yang hijau, percikan citrus Dalanghita, serta sentuhan pink peppercorn yang ringan.

Pada middle notes, wangi floral yang lembut dan velvety dari Duchesse de Nemours berpadu dengan water iris yang powdery serta Raat Ki Rani yang manis dan sedikit spicy, sebelum akhirnya mengering ke base yang hangat dan menenangkan dari ambrette musky dan ancient waters accord.

IRAI LEIMA dari SAFF & Co. bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp290.000–Rp300.000 (35 ml)

3. Mykonos - Aphrodite Extrait de Parfum

Aphrodite Extrait de Parfum dibuka dengan perpaduan jasmine yang sensual, burnt cinnamon yang hangat, dan myrrh yang smoky, menciptakan kesan awal seperti suasana jazz club yang intim dan elegan.

Seiring waktu, aromanya berkembang ke nuansa woody yang kaya dari cedarwood, tonka bean, dan sandalwood, lalu berubah menjadi jejak wangi yang adiktif dari white musk, tobacco yang berasap, vanilla yang creamy, serta mineral amber. Parfum dari Mykonos ini bisa dibeli di harga sekitar Rp160.000–Rp170.000 (50 ml).

4. ONIX Fragrance - MEXICOLA Eau De Parfum

Parfum Mexicola menghadirkan sensasi suasana pantai. Dibuka dengan aroma sweet fruity yang segar dari raspberry, apple, dan pineapple, parfum ini langsung memberi kesan ceria dan menyegarkan.

Perlahan, wangi floral lembut dari jasmine, muguet, cyclamen, dan freesia muncul di bagian tengah, sebelum akhirnya menjadi aroma hangat dan creamy dari sandalwood, coconut, musk, tonka, vanilla, dan caramel, menciptakan nuansa beachy yang manis. Parfum ini dibanderol dengan harga sekitar Rp130.000–Rp145.000 (30 ml).

5. Loco Harvest Feast Eau De Parfum

Harvest Feast menghadirkan aroma dengan sensasi kebun buah bernuansa fruity segar, daun hijau, dan aroma kayu. Parfum ini dibuka dengan perpaduan rosemary, citrus dari amalfi lemon, grapefruit, dan bergamot, dipermanis oleh osmanthus serta litchi.

Aroma berkembang perlahan ke aroma floral yang lembut dan sedikit powdery dari peony, freesia, orange blossom, jasmine, rose, dengan sentuhan hangat ginger.

Wangi musk, sandalwood, oud, moss, dan ambergris di akhir menciptakan kesan woody yang elegan dengan hint smoky yang halus, menghadirkan aroma kompleks yang harmonis. Dapatkan parfum ini di harga sekitar Rp120.000–Rp135.000.

6. Scarlett Whitening Eau De Parfum Dreamy

Scarlett Whitening Eau De Parfum Dreamy menghadirkan keharuman bunga yang mewah segar. Parfum unisex yang cenderung feminin ini dibuka dengan perpaduan bergamot, mandarin, ginger, dan pear yang cerah dan menyegarkan.

Aroma lalu berkembang ke aroma floral yang elegan dari jasmine, tuberose, dan orange flower dengan sentuhan gourmand yang lembut. Di akhir, nuansa hangat dan creamy dari amber dry, cashmeran, heliotrope, dan vanilla menciptakan kesan manis, cozy, dan berkelas. Parfum ini bisa dibeli di harga sekitar Rp60.000–Rp70.000 (30 ml).

7. NOTHING by USUAL Eau de parfum

NOTHING by USUAL adalah eau de parfum dengan karakter clean, salty, dan musky. Dibuka dengan fruity notes yang bright dan clean sejak semprotan pertama, aromanya kemudian bertransisi lembut ke nuansa woody-musky yang natural.

Ambrofix dan ambrettolide memberikan sentuhan warm, creamy, dan musky yang soft, menciptakan wangi personal yang effortless, nyaman digunakan sebagai parfum harian. NOTHING by USUAL dibanderol dengan harga Rp240.000–Rp250.000 (30 ml).

Itu dia rekomendasi parfum lokal dan penjelasan ilmiah tentang bagaimana aroma parfum bisa meningkatkan kebahagiaan. Parfum yang tepat dapat menjadi pendukung mood, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menjadi bentuk self-care sederhana dalam rutinitas harian.

Ingin tahu rekomendasi parfum lain yang tak kalah wangi? Temukan produk parfum pilihan dari berbagai merek di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Parfum

Baca juga artikel terkait PARFUM atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani