tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan upaya penanganan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pada masa tanggap darurat, bantuan logistik, pendirian shelter, serta dapur umum menjadi langkah utama yang langsung digerakkan.
“Kondisi di lapangan sangat dinamis. Masih ada wilayah yang terisolasi dan sulit dijangkau. Namun dengan kerja keras dan kerja bersama, pemulihan mulai terlihat meski belum sepenuhnya terpenuhi,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Selasa (9/12/2025).
Hingga hari ini, Kemensos telah menyalurkan bantuan senilai Rp83.053.761.017 untuk tiga provinsi tersebut. Bantuan diambil dari bufferstock logistik yang tersebar di Sentra Kemensos, Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota, serta lumbung sosial di tingkat kecamatan dan desa.
“Dukungan ini merupakan satu kesatuan dari berbagai kementerian, lembaga, serta TNI dan Polri,” ujar Gus Ipul.
Adapun distribusi logistik yang telah disalurkan meliputi makanan siap saji, makanan anak, lauk pauk, kasur, selimut, family kit, tenda, perlengkapan sandang, dapur umum lapangan, hingga penjernih air. Selain itu, Kemensos juga menyalurkan 101,4 ton beras reguler untuk korban di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Kemensos juga mendirikan 39 dapur umum yang tersebar di Aceh (21 titik), Sumatera Barat (10 titik), dan Sumatera Utara (7 titik). Setiap hari, dapur umum tersebut memproduksi sekitar 417.749 porsi makanan dengan anggaran harian sebesar Rp2.066.704.000.
“Dapur umum kami dirikan bersama Dinsos dan BPBD, dan ada pula yang digerakkan masyarakat secara mandiri. Kami menyiapkan bahan bakunya,” jelas Gus Ipul.
Selain penanganan kedaruratan, Kemensos juga menyiapkan santunan bagi korban meninggal dan luka berat. Ahli waris korban meninggal akan menerima Rp15 juta, sementara korban luka berat mendapat Rp5 juta, setelah proses asesmen dilakukan bersama Dinsos daerah.
Memasuki masa rehabilitasi, Kemensos menyiapkan dukungan pemberdayaan bagi warga terdampak, bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
“Model pemberdayaan akan menyesuaikan hasil asesmen kebutuhan korban. Jika mereka memiliki atau memulai usaha, kami akan bantu. Jika ingin menjadi pekerja terampil, itu juga akan difasilitasi,” pungkasnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































