Menuju konten utama

Pemprov DKI Tindak Tegas Premanisme usai Kasus di Tanah Abang

Pramono mengatakan telah meminta Satpol PP dan dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas aksi premanisme di Tanah Abang beberapa waktu lalu.

Pemprov DKI Tindak Tegas Premanisme usai Kasus di Tanah Abang
Sejumlah tokoh nasional seperti Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sampai mantan Menteri Pertahanan, Agum Gumelar, melayat ke rumah duka Wakil Presiden ke-6, Try Sutrisno, di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026) pagi. tirto.id/Naufal majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menindak tegas aksi premanisme di Jakarta, terutama setelah kejadian yang menimpa seorang sopir bajaj di kawasan Tanah Abang belum lama ini.

"Tidak ada kompromi lagi. (Untuk) premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur saya tidak ragu-ragu untuk itu (menindak tegas)," kata Pramono saat memberikan keterangan di Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026) sebagaimana dikutip Antara.

Terkait aksi premanisme di Tanah Abang belum lama ini, Pramono mengatakan telah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas.

"Saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap itu," ujar dia.

Sebelumnya, Pramono juga menekankan bahwa upaya menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang meresahkan.

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan Jakarta tidak hanya unggul dalam peringkat, tetapi juga benar-benar menjadi kota yang aman bagi seluruh warganya.

Pemprov DKI Jakarta pun berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di titik-titik rawan serta meningkatkan respons aparat terhadap laporan warga, guna memastikan keamanan yang merata hingga ke level pedagang kecil dan sektor informal.

Pada Jumat (10/4/2026) lalu, beredar video di media sosial memperlihatkan seorang pengemudi bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat dimintai "uang setoran" oleh seorang oknum pria.

Selain itu, juga ada pedagang bakso di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat juga mengalami aksi serupa. Dia dimintai uang iuran sebesar Rp100 ribu.

Namun, karena pedagang menolak permintaan tersebut, pria yang meminta setoran merusak mangkok milik pedagang.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya, juga telah menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap para pelaku premanisme, termasuk pemalakan terhadap pedagang.

Dalam pemberantasan terhadap para pelaku premanisme, tim kepolisian akan melakukan penindakan.

Baca juga artikel terkait PREMANISME

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher