Menuju konten utama

Pecah Kongsi Relawan Jokowi di Antara Capres Ganjar dan Prabowo

Sigit Widodo dikeluarkan dari salah satu WhatsApp Group relawan Jokowi karena dianggap mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Pecah Kongsi Relawan Jokowi di Antara Capres Ganjar dan Prabowo
Pendukung paslon nomor urut 1 mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). tirto.id/Andreygromicko

tirto.id - Sembilan tahun setia menjadi relawan pendukung Presiden Joko Widodo, Sigit Widodo tiba-tiba didepak dari grup WhatsApp relawan. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI itu dikeluarkan karena dianggap berseberangan dengan relawan lainnya.

Sigit dianggap mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden, salah satu kandidat yang bakal melawan Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.

"Saya juga sudah dikeluarkan dari salah satu WAG (WhatsApp Group) relawan Jokowi yang sudah saya ikuti sejak Pemilu 2014," kata Sigit kepada Tirto, Jakarta, Rabu (9/8/2023).

Bahkan, kata Sigit, Ade Armando juga dikeluarkan dari WAG yang sama.

Pria kelahiran Purwokerto itu mengungkapkan bahwa ada banyak pengalaman serupa yang dirasakan oleh para pendukung Jokowi lainnya. Karena dianggap telah mendukung Prabowo, padahal hingga saat ini Jokowi belum mendeklarasikan nama capres yang didukung di perhelatan Pilpres 2024.

"Dalam pandangan mereka, relawan Jokowi harus mendukung mas Ganjar. Di beberapa WAG relawan Jokowi sudah mulai ada aksi mengeluarkan anggota yang belum mendukung mas Ganjar," jelasnya.

Selain mengeluarkan pendukung Jokowi yang dianggap mendukung Prabowo dari grup percakapan, Sigit juga menyebut ada serangan siber yang ditujukan kepada pihak yang berseberangan. Dia menyebut serangan itu dilakukan oleh oknum relawan Jokowi pendukung Ganjar.

"Tapi ada oknum-oknum relawan Jokowi pendukung mas Ganjar yang menyerang sesama relawan Jokowi yang belum mendukung Ganjar karena masih menunggu arahan Pak Jokowi," terangnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Ade Armando, pembawa acara di kanal Youtube Cokro TV. Dia secara terbuka mengumumkan pengunduran dirinya dari kanal media politik tersebut. Ade menjelaskan bahwa dia keluar dari Cokro TV karena sudah tidak bisa mengkritik PDIP, partai asal Ganjar Pranowo.

"Mereka marah karena saya mengkritik PDIP," jelasnya.

Ade mengungkapkan, para koleganya di Cokro TV menudingnya keluar karena alasan dukungan kepada Prabowo. Bahkan, salah satu pengisi acara Cokro TV, Denny Siregar secara terbuka menyebut Ade sudah mendukung Prabowo.

"Denny framing bahwa seolah-olah saya keluar dari Cokro TV karena soal Prabowo," kata Ade.

Keretakan Relawan Jokowi?

Bara antar Relawan Jokowi yang mendukung Ganjar dan Prabowo semakin terlihat saat sejumlah kader PSI menyatakan keluar dari partai. Salah satunya adalah Guntur Romli yang juga menjabat sebagai ketua Ganjarian Spartan, relawan pemenangan Ganjar untuk Pilpres 2024.

"Saya menyampaikan suatu hal berat bagi saya, terkait relasi saya dan kawan kawan saya dan PSI saya anggap rumah politik saya. Mulai hari ini saya keluar dari PSI sebagai anggota dan kader Partai PSI," kata Guntur Romli.

Sikap Guntur, kemudian diikuti oleh kader PSI lain yang memiliki afiliasi dukungan kepada Ganjar. Mereka adalah Dwi Kundoyo dan Estugraha yang mundur dari keanggotaan partai dan proses pendaftaran calon legislatif untuk menuju kursi DPRD DKI Jakarta.

“PSI saya anggap sudah main mata dengan Prabowo Subianto. Kehadiran Prabowo ke DPP PSI yang disambut hangat, buat saya sudah mencederai semangat dan pandangan perjuangan saya selama ini," kata Dwi Kundoyo.

Prabowo Subianto kunjungi DPP PSI

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha (kedua kiri) bergandengan tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah), Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie (kedua kanan), Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni (kanan) dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (kiri) saat melakukan pertemuan di DPP PSI, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal terkait Pemilu 2024. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

Selain di tubuh PSI, para pembawa acara Cokro TV juga mulai saling mengkritik satu sama lain. Setelah sebelumnya, Ade Armando keluar dan membantah bahwa telah mendukung Prabowo. Hal itu kemudian dibantah oleh Eko Kuntadhi, salah seorang pendiri Cokro TV.

Eko menilai alasan Ade tak bisa mengkritik PDIP di Cokro TV terlalu mengada-ada. Eko memberi contoh dalam sejumlah acara talkshow di televisi, dirinya kerap melontarkan kritik kepada kader-kader PDIP.

"Kalau dilihat dari sepak terjang para pendiri Cokro, kayaknya sering deh. Saya dan teman-teman Cokro sering mengkritik PDIP. Perdebatan saya sama Trimedya Panjaitan ada di ILC dan itu viral sejak lama," kata Eko kepada Tirto, Senin (7/8/2023)

Dirinya menegaskan bahwa kanal youtubenya tidak akan membuka kesempatan untuk mendukung Prabowo Subianto. Sebagaimana yang dilakukan oleh Ade atau pun PSI.

"Jadi bukan tidak boleh mengkritik. Karena sejak Cokro didirikan dulu kami adalah kelompok yang nggak setuju dengan orang seperti Prabowo menjadi presiden," terangnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Relawan Buruh Sahabat Joko Widodo, Andi Gani Nena Wea mengungkapkan bahwa telah terjadi pertemuan antar relawan Jokowi pada pertengahan Juli lalu di Restoran Batik Kuring, Jakarta Selatan.

"Saya hadir, ada Budi Arie (Ketum Projo), Immanuel Ebenezer (Ketum Jokowi Mania), dan tokoh relawan Jokowi lainnya," kata Andi kepada Tirto, Rabu (9/8/2023)

Andi mengaku bahwa dia membawa organ relawannya untuk ikut mendukung Ganjar bersama PDIP. Namun, dia tak menampik bahwa ada organisasi relawan Jokowi lain yang mendukung Prabowo.

Relawan Jokowi

Relawan pendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2014 dan 2019 berkumpul di Restoran Batik Kuring, Jakarta Pusat, pada pertengahan Juli 2023. foto/relawan jokowi

"Perbedaan menurut saya adalah hal yang luar biasa dalam demokrasi. Saat ini memang ada organ relawan yang menyatakan diri mendukung Ganjar termasuk saya dan ada juga yang mendukung Prabowo," ujarnya.

Mereka menyadari bahwa ada perbedaan di antara para relawan soal dukungan di Pilpres 2024. Meski berbeda, Andi Gani dan ketua relawan lainnya sepakat untuk bersatu di tengah perbedaan yang ada.

"Tidak ada friksi karena semua pimpinan relawan Joko Widodo telah dewasa dalam menghadapi perbedaan," klaimnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengungkapkan bahwa fenomena dukungan atau penolakan relawan Jokowi kepada Prabowo adalah hal biasa. Namun, dia menegaskan bahwa tak bisa memaksa orang untuk ikut memilih Prabowo dan memilih untuk menghargai setiap perbedaan.

"Kami tidak bisa memaksa orang untuk senang dengan Pak Prabowo," kata Habiburokhman.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak ambil pusing terkait manuver relawan Jokowi yang mengarahkan dukungan ke Prabowo.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengungkapkan bahwa partainya masih memiliki komunikasi yang intens dengan Jokowi dalam membahas soal capres dan dukungan kepada Ganjar Pranowo.

"Kemarin saya baru ketemu Pak Jokowi," kata Puan.

Penyebab Friksi Antar Relawan

Peneliti senior dari Populi Center Usep S. Ahyar menuding ketidaktegasan Jokowi soal pilihan calon presiden menjadi penyebab timbulnya friksi di antara para relawannya. Hingga akhirnya mereka terbelah antara memilih Ganjar atau Prabowo.

Jokowi yang selalu menampilkan gestur mendukung Prabowo, tapi tetap satu arahan dengan PDIP menimbulkan banyak persepsi di antara pendukungnya. Sehingga memilih Ganjar atau Prabowo adalah dua hal yang sama yaitu menjadi barisan dalam Jokowi.

"Pak Jokowi itu banyak ditafsir melalui sikapnya. Kalau sikapnya ke PDIP sudah jelas karena dia kader dan telah memberinya tiket sejak di Solo hingga maju Pilpres dua putaran. Akan tetapi dengan Pak Prabowo dia juga sering mengumbar kemesraan, bahkan dalam kegiatan non pertahanan Prabowo juga sering diajak Jokowi," kata Usep kepada Tirto, Rabu (9/8/2023).

Kunjungan Kerja Presiden Jokowi di Jawa Tengah

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau panen raya padi di Desa Lajer, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, (FOTO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Usep melihat bahwa dalam permainan politik ini bukan hanya dikendalikan oleh Jokowi. Namun, juga Prabowo dan ganjar yang juga ikut berdansa dengan gaya-gaya tarik ulur politik Jokowi.

Bahkan Prabowo yang diberi kesempatan oleh Jokowi kemudian langsung memanfaatkan keadaan. Dia langsung berkunjung ke Kantor DPP PSI, walaupun dalam kunjungan tersebut tidak menghasilkan dukungan atau deklarasi Prabowo sebagai capres.

"Saya kira itu kecerdasan dari Pak Prabowo. Bahkan Pak Prabowo juga mendekati anak Pak Jokowi, kemudian memanfaatkan kedekatan dan mengkapitalisasi kedekatan dengan Pak Jokowi," ujarnya.

Dia menyebut PDIP harus waspada dengan fenomena keretakan relasi di internal relawan Jokowi yang kemudian banyak menyorot ke Prabowo. Menurutnya, apabila PDIP tidak solid, tidak dapat ditutupi ada banyak orang yang dahulu mendukung Jokowi akan beralih ke Prabowo.

"Agar tidak terjadi split ticket, harus ada konsolidasi partai politik. Kalau konsolidasi partai politik kurang bagus, maka ada banyak kader dan pendukungnya yang bocor," tutupnya.

Baca juga artikel terkait RELAWAN JOKOWI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Reja Hidayat