Menuju konten utama

Paus Leo Minta Gereja Buka Pintu untuk Korban Pelecehan Seksual

Paus Leo XIV menyebut bahwa para korban merasa tersakiti saat keluhan mereka tidak didengarkan oleh para Uskup.

Paus Leo Minta Gereja Buka Pintu untuk Korban Pelecehan Seksual
Tangkapan layar - Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat sebagai Paus terpilih ke-267 dengan nama Paus Leo XIV menyapa ribuan umat Katolik yang berkumpul di alun-alun Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (8/5/2025) waktu setempat. ANTARA/Vatican Media/aa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Paus Leo XIV menegaskan kepada para kardinal dari seluruh dunia untuk memberikan perhatian kepada para korban pelecehan seksual.

Sosok Paus dari Amerika Serikat tersebut menyampaikan bahwa isu pelecehan terhadap anak-anak dan orang dewasa yang rentang menjadi 'luka' di internal Gereja Katolik.

"Pelecehan itu sendiri menyebabkan luka yang dalam, yang mungkin berlangsung seumur hidup," kata Paus Leo XIV dalam pernyataannya, dikutip dari VaticanNews, Minggu (11/1/2025).

Dirinya menyampaikan bahwa selama ini kerap muncul isu bahwa Gereja Katolik menutup diri untuk para korban pelecehan seksual. Karena itu, mulai saat ini, Paus XIV mendorong adanya pendampingan dari pihak Gereja kepada korban pelecehan seksual.

"Namun sering kali skandal dalam Gereja, pintunya tertutup dan para korban tidak disambut atau didampingi dengan kedekatan para pendeta yang otentik," katanya.

Dalam pengalamannya, Paus Leo XIV menyebut bahwa para korban merasa tersakiti saat keluhan mereka tidak didengarkan oleh para Uskup. Oleh karenanya, Paus menekankan bahwa mendengarkan para korban menjadi hal yang sangat penting.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa hal yang paling menyakitkan baginya adalah tidak ada Uskup yang mau mendengarkannya," ujarnya.

"Mendengarkan adalah hal yang sangat penting," tegasnya.

Di hadapan 170 kardinal di seluruh dunia pada Rabu dan Kamis (8-9/1/2026), Paus menyatakan akan mengadakan pertemuan konsistori serupa untuk membahas arah Gereja di masa depan. Dia menjadwalkan pertemuan dilakukan pada Juni mendatang dan menjadikannya sebagai acara tahunan.

"Saya menyarankan untuk tahun ini, kita bertemu kedua kalinya selama dua hari," ujarnya.

Baca juga artikel terkait PAUS atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Hendra Friana