Menuju konten utama

Panduan Buka Puasa bagi Penderita GERD, Cegah Asam Lambung Naik

Ketahui berbagai tips buka puasa penderita GERD dari para ahli dan contoh menu makanannya selama Ramadhan. Lambung tetap aman, ibadah puasa pun lancar.

Panduan Buka Puasa bagi Penderita GERD, Cegah Asam Lambung Naik
ilustrasi gerd. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Buka puasa penderita GERD tidak boleh dilakukan sembarangan agar tubuh tetap sehat. Namun, penderita asam lambung memang harus lebih berhati-hati saat mengonsumsi makanan, baik dalam hal jenis maupun jumlah atau porsinya.

GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn).

Normalnya, otot di bagian bawah kerongkongan menutup setelah makanan masuk ke lambung. Jika otot ini melemah, asam bisa naik kembali dan menyebabkan iritasi (refluks asam).

Refluks asam bisa terjadi sesekali pada siapa saja, tapi jika berlangsung berulang kali dalam waktu lama, kondisi tersebut berkembang menjadi GERD, yaitu refluks asam kronis akibat gangguan mekanisme penahan asam lambung.

Di sisi lain, penderita GERD sering merasa khawatir saat harus berpuasa. Kekhawatiran ini sangat beralasan karena puasa berarti tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama berjam-jam.

Menurut situs EMC, produksi asam lambung dapat meningkat saat puasa. Inilah yang membuat penderita GERD takut kalau asam lambung yang berlebih bisa naik ke kerongkongan.

Selain itu, konsep puasa sedikit bertentangan dengan pola makan “porsi sedikit tapi sering” yang biasanya dianjurkan bagi penderita GERD. Lalu, apakah penderita GERD boleh puasa? Apakah puasa justru memperparah kondisi GERD?

Apakah Penderita GERD Boleh Puasa?

ilustrasi sakut perut. - istockphoto

ilustrasi asam lambung naik (GERD) saat puasa. (FOTO/iStockphoto)

Penderita GERD tetap boleh berpuasa dan tidak perlu khawatir gejala asam lambungnya semakin parah. Faktanya, tenaga kesehatan dan sejumlah studi ilmiah membuktikan bahwa puasa memiliki dampak positif dan meringankan gejala GERD.

Dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube RSUD Dr. Moewardi_Official, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi, dr. Didik Prasetyo, Sp.PD, KGH M.Kes FINASIM, menjelaskan bahwa puasa aman bagi penderita GERD.

“Jika pasien (GERD) menaati aturan makan yang sehat, puasa aman untuk dilakukan. Bahkan, puasa terbukti dapat membantu meringankan penyakit asam lambung,” kata dr. Didik.

Pernyataan tersebut turut didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah, salah satunya dalam jurnal berjudul The Effects of Ramadhan Fasting on Clinical Symptoms in Patients with Gastroesophageal Reflux Disease.

Studi ini meneliti efek puasa Ramadhan terhadap gejala GERD pada 130 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 66 orang berpuasa dan 64 orang tidak berpuasa. Hasilnya, terjadi perbedaan yang signifikan.

Skor gejala GERD pada kelompok yang berpuasa ternyata lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak berpuasa. Selain itu, pada kelompok yang sama (berpuasa), gejala GERD selama Ramadhan juga lebih ringan dibandingkan pada bulan-bulan lainnya ketika tidak berpuasa.

Kesimpulannya, penderita GERD tetap boleh berpuasa karena puasa justru menyehatkan tubuh dan bisa meringankan kondisi GERD-nya. Namun, bagaimanapun juga penderita GERD memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda meskipun penyakitnya sama.

Jadi, penderita GERD tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar bisa mendapatkan saran atau tips puasa yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Tips Aman Berbuka Puasa bagi Penderita GERD

Ilustrasi Buka Puasa

Ilustrasi berbuka puasa. FOTO/iStockphoto

Aman untuk berpuasa bukan berarti bisa makan dan minum sembarang. Penderita GERD tetap harus memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi agar asam lambungnya tidak naik selama puasa. Berikut tips buka puasa penderita GERD yang bisa dilakukan:

1. Segerakan Berbuka Puasa

Sesuai anjuran agama, penderita GERD pun sebaiknya menyegerakan berbuka puasa ketika waktunya tiba. Dalam video yang diunggah kanal YouTube IHC Telemed, spesialis penyakit dalam RSPP, dr. Mochamad Pasha, Sp.PD, memberikan beberapa tips buka puasa penderita GERD.

“Pada saat waktu buka, segerakanlah untuk berbuka. Mulai dengan konsumsi minuman atau makanan manis seperti kurma untuk dapat segera memulihkan kebutuhan energi kita setelah berpuasa 13 jam,” kata dr. Mochamad Pasha.

2. Selektif Memilih Makanan

Tips berikutnya adalah lebih selektif dalam memilih hidangan yang dikonsumsi. Makanan terbaik adalah makanan tinggi serat karena bagus untuk pencernaan, misalnya sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Menurut dr. Didik Prasetyo, ada beberapa makanan dan minuman yang juga wajib dihindari oleh penderita GERD, baik saat sahur maupun berbuka.

“Pilih makanan yang aman untuk lambung, seperti karbohidrat, produk olahan dari biji, buah-buahan, sayuran yang tinggi serat, serta protein nabati dan hewani,” kata dr. Didik.

“Hindari makanan tinggi lemak, pedas, ataupun asam, hindari pula makanan dan minuman yang mengandung kafein seperti kopi, coklat, dan teh pekat,” tambahnya.

3. Makan dengan Perlahan dalam Porsi Cukup

Tips buka puasa penderita GERD berikutnya adalah tidak makan secara berlebihan. Orang yang berpuasa cenderung “balas dendam” saat berbuka dengan mengonsumsi berbagai macam makanan dalam jumlah besar.

Hal ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan, terutama pada penderita GERD. Untuk hal ini, dr. Didik mengingatkan agar penderita GERD makan dalam porsi kecil dan dengan perlahan.

“Makanan yang tidak dikunyah dengan baik bisa memicu adanya asam lambung yang meningkat. Jadi, makan dengan perlahan dapat menghindarkan kita dari asam lambung yang naik. Makan dengan porsi yang banyak seperti “balas dendam” justru akan memicu naiknya asam lambung,” ujar dr. Didik.

4. Jangan Langsung Tidur setelah Makan

Tips berikutnya adalah tidak langsung tidur atau berbaring setelah buka puasa. Beri jeda setidaknya 3 jam setelah makan untuk mencegah refluks asam. Tidur dengan perut kenyang juga bisa mengganggu sistem pencernaan.

Jika merasa lelah dan ingin berbaring, tetap sahakan posisi mulut atau kepala selalu lebih tinggi dari lambung/perut. Jadi, bisa gunakan beberapa bantal untuk bersandar untuk menjaga posisi kepala tetap lebih tinggi.

5. Konsultasi dengan Dokter

Tips buka puasa penderita GERD yang terakhir dan tak kalah penting adalah selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan berpuasa. Jika diperlukan, dokter akan meresepkan obat khusus bagi penderita GERD agar lebih lancar berpuasa.

Jika terdapat keluhan selama puasa seperti nyeri ulu hati, perut kembung/begah, heartburn, atau lidah pahit, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Menu Buka Puasa untuk Penderita GERD

Ilustrasi buka puasa

Ilustrasi buka puasa. FOTO/iStockphoto

Setelah seharian berpuasa, penderita GERD tidak boleh kalap saat berbuka meskipun kondisi lambung dan tubuhnya terasa baik-baik saja. Di bawah ini adalah beberapa jenis makanan yang bisa dipilih serta contoh menu buka puasa penderita GERD yang bisa diterapkan sehari-hari.

1. Makanan dan Minuman Pembuka

Saat tiba waktunya berbuka, mulailah dengan minum air putih dan beberapa buah kurma. Tujuannya untuk menghilangkan rasa dahaga sekaligus mengembalikan energi dengan cepat setelah seharian berpuasa.

Sesuai saran para ahli, hindari minuman-minuman seperti kopi, soda, teh pekat, serta minuman yang mengandung santan dan cokelat. Hindari juga makanan pembuka seperti gorengan yang lazim diburu banyak orang selama Ramadhan.

Jika ingin buah, pilih buah-buahan yang tidak terlalu asam, misalnya buah pir, apel, atau pisang. Setelah mengonsumsi makanan pembuka, kita bisa shalat terlebih dahulu untuk memberi jeda waktu sebelum mengonsumsi makanan yang lebih berat.

2. Makanan Berat/Utama

Menu buka puasa penderita GERD sebenarnya tidak terlalu sulit. Makanan yang disarankan adalah makanan yang mengandung karbohidrat, memiliki banyak serat seperti sayuran, serta menghindari makanan yang tinggi lemak dan pedas.

Dengan pedoman tersebut, penderita asam lambung masih memiliki banyak opsi jenis makanan, mulai dari nasi hingga kentang untuk asupan karbohidrat, lalu ada sayuran atau biji-bijian sebagai sumber serat, serta lauk-pauk seperti tempe, tahu, telur, dada ayam, dan ikan yang rendah lemak.

Berikut beberapa contoh menu makan buka puasa penderita GERD yang bisa dicoba:

  • Nasi tim ayam + tumis buncis dan wortel (ditumis dengan sedikit minyak)
  • Nasi putih + ayam panggang tanpa kulit + sayur bening bayam
  • Nasi + sop ayam, kentang, wortel
  • Nasi + tumis labu siam + pepes ikan (kurangi penggunaan cabenya)
  • Nasi + capcay sayur + telur rebus
Itu dia beberapa contoh menu buka puasa penderita GERD serta makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Penderita GERD tetap bisa berpuasa asalkan memperhatikan pola makannya. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter agar puasa berjalan lancar dan kondisi lambung tetap terkontrol.

Tertarik dengan GERD atau info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait GERD atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani