tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan keluarga siswa Sekolah Rakyat (SR) turut mendapatkan bantuan sosial sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Intervensi tidak hanya diberikan kepada anak melalui pendidikan, tetapi juga menyasar kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Hal itu disampaikan Gus Ipul dalam sambutan peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
“Sesuai Inpres nomor 8 tahun 2025, sekolah rakyat adalah bagian dari pengentasan kemiskinan, untuk itu sesuai arahan bapak presiden kami tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas pada anak-anaknya, tetapi juga memberikan intervensi kepada keluarganya,” kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan, Kementerian Sosial memetakan kondisi sial ekonomi keluarga siswa Sekolah Rakyat dengan basis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari pemetaan tersebut, keluarga siswa kemudian menerima berbagai bentuk bantuan.
“Berbekal kepada DTSEN, kami memetakan kondisi sosial dan ekonomi keluarga siswa sekolah rakyat. Maka diberikan bantuan sosial lengkap, mendapatkan jaminan kesehatan nasional bagi yang rumahnya tidak layak huni akan diperbaiki sebagaimana prioritas bapak presiden,” ujarnya.
Selain bantuan sosial dan jaminan kesehatan, keluarga siswa juga diarahkan untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi.
Mereka difasilitasi menjadi anggota Koperasi Merah Putih guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. “Mereka juga dibekali dengan program pemberdayaan dan difasilitasi menjadi anggota koperasi merah putih guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” ucap Gus Ipul.
Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan memastikan dampak Sekolah Rakyat tidak berhenti pada anak, tetapi juga dirasakan langsung oleh keluarga.
Gus Ipul juga memaparkan latar belakang keluarga siswa Sekolah Rakyat yang sebagian besar berada dalam kondisi sangat rentan.
Sebanyak 60 persen orang tua siswa bekerja sebagai buruh, buruh harian lepas, kuli bangunan, buruh tani, buruh nelayan, tukang ojek, pemulung, dan pekerjaan informal lainnya. Kemudian, 67 persen di orang tua siswa tercatat berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan, dan 65 persen memiliki tanggungan keluarga lebih dari empat orang.
Program Sekolah Rakyat saat ini telah berjalan di 166 titik di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Total terdapat 15.954 siswa yang dibimbing oleh 2.218 guru dan didukung 4.889 tenaga kependidikan.
“Dengan demikian bapak presiden, tidak hanya anaknya nanti yang tumbuh dan lulus, tapi sesuai arahan bapak presiden, keluarganya pun ikut berdaya dan naik kelas,” katanya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































