Menuju konten utama

OJK: Kinerja Perbankan Triwulan IV 2025 Diperkirakan Solid

OJK memprediksi konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru akan mampu mendongkrak permintaan terhadap barang dan jasa.

OJK: Kinerja Perbankan Triwulan IV 2025 Diperkirakan Solid
Logo OJK. FOTO/ojk.go.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan, kinerja perbankan hingga akhir tahun ini akan tetap solid. Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan IV 2025, di mana Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) tercatat meningkat ke zona optimis di level 66.

Indeks ini juga mengalami peningkatan tipis dibandingkan posisi triwulan III 2025 yang hanya di angka 65.

"Ekspektasi akan membaiknya kondisi makroekonomi domestik menjadi alasan utama responden menyatakan bahwa kinerja perbankan tetap baik, didukung keyakinan bahwa perbankan cukup mampu mengelola risiko yang dihadapi," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (22/11/2025).

Prediksi membaiknya kondisi makroekonomi domestik menyebabkan Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) pada triwulan IV 2025 kembali ke level optimis, sebesar 63. Hal ini terutama didorong oleh perkiraan meningkatnya pertumbuhan ekonomi domestik seiring penurunan BI Rate, serta ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah.

Selain itu, konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru diyakini akan mampu mendongkrak permintaan terhadap barang dan jasa. Kemudian, stimulus 8+4+5 yang diluncurkan pemerintah pada Oktober lalu diperkirakan dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Di sisi lain, inflasi juga diperkirakan meningkat sebagai akibat peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi ini. Seiring dengan kondisi makroekonomi yang diperkirakan membaik, mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan pada triwulan IV 2025 masih terjaga dan terkendali," tambah Dian.

Hal ini terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57, juga berada pada zona optimis. Menurut mantan Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) itu, terjaganya risiko perbankan terjadi seiring keyakinan bahwa kualitas kredit tetap terjaga dengan baik dan Posisi Devisa Netto (PDN) tetap rendah, dengan aset dan tagihan valuta asing (valas) yang lebih besar dibandingkan kewajiban valas (long position).

"Di sisi lain, net cashflow perbankan diproyeksikan menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Namun demikian, cash outflow perbankan juga diperkirakan meningkat seiring meningkatnya penarikan dana untuk kebutuhan operasional nasabah serta pembayaran belanja pemerintah daerah yang biasanya cukup besar di akhir tahun," tutur dia.

Dengan demikian, ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan IV 2025 dilaporkan berada pada level optimis dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 78.

"Optimisme pertumbuhan pada triwulan IV 2025 didorong oleh ekspektasi bahwa kredit masih akan tumbuh seiring meningkatnya permintaan kredit, serta didukung usaha bank dalam melakukan ekspansi kredit pada pipeline yang tersedia. Sektor ekonomi yang diyakini menjadi motor pertumbuhan kredit antara lain sektor industri pengolahan, yang pada September 2025 tumbuh sebesar 8,64 persen (yoy)," tutup Dian.

Perlu diketahui, survei ini dilakukan pada Oktober 2025, dengan melibatkan 102 bank dengan nilai aset mencapai 99,25 persen dari total aset seluruh bank umum pada September 2025.

Baca juga artikel terkait OJK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Ekbis
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Intan Umbari Prihatin