Menuju konten utama

Neraca Dagang Surplus, Rupiah Perkasa ke Rp16.983 per US$

Rupiah terapresiasi sebesar 58 poin atau 0,34 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp17.041.

Neraca Dagang Surplus, Rupiah Perkasa ke Rp16.983 per US$
Petugas menghitung uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke level Rp16.983 pada perdagangan hari ini, Rabu (1/4/2026). Rupiah terapresiasi sebesar 58 poin atau 0,34 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp17.041.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan ini ditopang oleh sentimen positif dari surplus neraca perdagangan yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini.

Maklumat tentang perdagangan Indonesia yang mengalami surplus sebesar 1,27 miliar per dolar Amerika Serikat (AS) per Februari 2026 tersebut membuat RI mencatatkan surplus beruntun 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

"Realisasi tersebut lebih tinggi dari realisasi neraca dagang pada Januari yang senilai 0,95 miliar dolar AS," tuturnya dalam keterangan yang diterima, Rabu.

Sementara itu, faktor eksternal yang mempengaruhi gerak rupiah hari ini antara lain pernyataan Presiden AS Donald Trump, bahwa Washington dapat menarik diri dari konflik di Timur Tengah dalam waktu 2-3 minggu. Hal ini menandakan Iran tidak perlu membuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Namun, Ibrahim mengingatkan, laporan Wall Street Journal menyatakan Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran. Bahkan, jika Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup.

Di satu sisi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran siap untuk mengakhiri perang sambil mengulangi tuntutan utama. Hal ini menandakan harapan bahwa negosiasi dapat muncul, tetapi tetap ada sejumlah persyaratan.

"Terlepas dari sinyal diplomatik ini, reaksi pasar cenderung tenang, dengan para pedagang menyeimbangkan harapan akan gencatan senjata dengan kenyataan gangguan pasokan yang berkelanjutan," nilai Ibrahim.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana